BANJARMASIN - Keberadaan grup LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di media sosial meresahkan masyarakat Banjarmasin.
Dalam sebuah tangkapan layar grup chatting di Facebook, tampak grup gay itu memiliki ribuan anggota.
Bahkan, grup bernama "Gay Banjarmasin" itu menawarkan jasa prostitusi kepada sesama anggotanya. "Lokasi Handil Bakti, umur 23 tahun. Inbox saja, nanti ulun (saya) kirim nomor WhatsApp," tulis salah seorang anggota grup.
Temuan itu sontak menuai hujatan masyarakat Kalimantan Selatan yang mengklaim religius.
Penelusuran Radar Banjarmasin, salah seorang pekerja hotel di Banjarmasin, mengaku tak asing dengan fenomena LGBT. "Memang sudah sebebas itu," kata sumber anonim itu, Ahad (21/12). "Tapi manajer kami tidak pernah mau menerima laki-laki menginap berdua."
Menurutnya, para manajer penginapan berpengalaman pasti bisa mengenali gelagat mencurigakan dari calon tamunya. "Apalagi yang sudah menunjukan gelagat kemayu," tambahnya.
Terpisah, Wakil Sekretaris Pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ustaz Maulani mengecam aktivitas LGBT yang menyerupai kaum Nabi Luth tersebut. "Ini perilaku menyimpang. Seluruh agamawan, bukan cuman muslim, berkesimpulan itu haram dan terlaknat," tegasnya.
Ia menegaskan, ini bukan hanya soal dosa besar, tapi juga berpotensi merusak tatanan sosial jika dibiarkan. Contoh, penurunan populasi dan penularan penyakit mematikan HIV/AIDS. "Hidup berpasangan dalam rangka melestarikan kehidupan, mendapatkan keturunan, dan itulah kenapa harus menikah," jelasnya.
"Maka jika kita membiarkan, ini bakal merusak," jelasnya. Dan, Maulani khawatir sebagian kalangan mulai menormalisasi keberadaan LGBT.
"Dalam bahasa sosial disebut patologi. Bisa diamini atau dibenarkan seolah-olah tak ada yang salah, padahal menyimpang," ujarnya.
Maulani mendorong peran keluarga dalam mendidik generasi muda agar terhindar dari orientasi seksual yang menyimpang. Ia juga mendesak negara harus ikut terlibat dalam pemberantasan LGBT.
"Harus terlibat! Ini sudah mengancam keberlangsungan hidup negara. Dalam sejarah banyak peradaban hancur gara-gara perilaku sosial menyimpang masyarakatnya," tutup Maulani.
Sementara itu, psikolog dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rika Vira Zwagery berpendapat kemunculan LGBT bisa berasal dari dua pengaruh, yakni internal dan eksternal. "Faktor internal, bisa jadi genetik, hormon dan fungsi otak yang berbeda. Tapi faktor biologis ini sangat kecil, bukan penentu utama orang bisa jadi homo," katanya.
Sedangkan dari sisi eksternal, akibat faktor lingkungan atau salah pola asuh keluarga.
"Perkembangan identitas diri yang kurang tepat, kurang meregulasi emosi dan mengontrol diri. Orang-orang homo seksual biasanya mengalami perkembangan diri berbeda dari orang normal karena pola asuhnya," jelas akademisi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ini.
Rika juga menanggapi perilaku gay yang semakin percaya diri di ruang publik. "Kok, bisa semakin ramai dan tampak seperti tren? Karena ada pergeseran norma sosial," ucapnya.
Walaupun, tentu saja tidak seterbuka di negara-negara Barat. "Mereka masih berusaha menutupi dan bersembunyi. Karena kalau ketahuan akan mendapat pandangan dan penghakiman buruk dari sekitar," katanya.
Apalagi dalam konteks Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. "Mereka tidak akan menampakkan diri. Tapi semakin ke sini memang mulai tidak tahu malu lagi," tutup Rika.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat Banua digemparkan video pendek berisi adegan asusila sesama jenis yang beredar luas di medsos.
Di tengah riuhnya perbincangan warganet, muncul tuduhan bahwa salah satu pria dalam video tersebut mirip dengan seorang selebgram asal Balangan berinisial F.
Melalui akun TikTok-nya, F mengunggah dirinya video saat mendatangi Polres Balangan. Ia menyebut dirinya difitnah.
Belum selesai kasus F, muncul lagi spekulasi yang mengarah pada seorang selebgram berinisial MA. Sampai hari ini, belum diketahui perkembangan kasus F maupun MA.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief