BANJARBARU – Polres Banjarbaru mengintensifkan langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas, kejahatan konvensional, serta potensi bencana alam selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda usai gelar Apel Operasi Lilin 2025, Jumat (19/12) sore.
Ia mengatakan, periode libur akhir tahun memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi, terutama pada kecelakaan lalu lintas, pelanggaran hukum, dan kejahatan konvensional.
“Yang rawan itu kecelakaan lalu lintas, pelanggaran, serta kejahatan-kejahatan konvensional. Namun dengan kegiatan preventif, kami berharap kejadian-kejadian tersebut bisa ditekan,” ujarnya.
Selain gangguan kamtibmas, aparat juga mewaspadai dampak musim penghujan yang berpotensi menimbulkan banjir, longsor, maupun angin kencang.
Oleh karena itu, pengamanan Nataru dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, pemerintah daerah, BNPB, serta instansi terkait lainnya.
“Karena ini musim hujan, kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana. Sinergi dengan seluruh stakeholder terus kami lakukan agar risiko bisa diminimalkan,” jelas Kapolres.
Adapun sebanyak 71 personel Polres Banjarbaru diterjunkan dalam Operasi Lilin 2025, ditambah dukungan personel lintas sektor.
Pengamanan diperkuat dengan pendirian tiga posko, masing-masing di kawasan Simpang Empat Banjarbaru, Bundaran Kamaratih, dan Bandara Syamsudin Noor.
Posko tersebut difungsikan untuk pengamanan arus lalu lintas, pelayanan masyarakat, serta pemantauan pergerakan penumpang selama libur Nataru.
Kapolres menambahkan, berdasarkan data kepolisian, tren kejahatan konvensional di Banjarbaru sepanjang 2025 menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya. “Dari data yang kami miliki, trennya turun. Harapannya, selama Nataru ini bisa semakin ditekan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief