Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Berawal dari Curhat hingga Korban Terpedaya, Sopir Angkutan Galam Perkosa Siswi SD

Maulana Radar Banjarmasin • Jumat, 19 Desember 2025 | 12:16 WIB
Foto: Ilustrasi kekerasan seksual. (DOK. JAWA POS)
Foto: Ilustrasi kekerasan seksual. (DOK. JAWA POS)

BANJARMASIN – Kasus siswi SD yang menjadi korban pemerkosaan sopir angkutan kayu galam terus didalami penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banjarmasin. Dan, terungkap fakta yang mencengangkan.

Tersangka AR, 45 tahun, ternyata tidak hanya sekali memperkosa korban, tapi sudah berkali-kali.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Eru Alsepa melalui Kanit PPA Ipda Benito Mohammad Tofan mengungkap perbuatan bejat itu sudah terjadi belasan kali.

"Keterangan dia, telah 17 kali melakukan persetubuhan. Terjadi dalam kurun waktu dua tahun ini," beber Bennito, Kamis (18/12) sore.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Banjarmasin Utara. Saat ini korban masih belajar di SD, usianya baru 12 tahun.

Korban dan pelaku berkenalan pada tahun 2023 lalu. AR seorang sopir yang bekerja tak jauh dari tempat tinggal korban. Sedangkan korban sering membantu orang tuanya menjaga toko.

 

"Sering ketemu ketika pelaku membeli rokok di toko orang tuanya. Di situ kesempatan pelaku membujuk dan merayu dengan tipu muslihatnya untuk melakukan persetubuhan itu," kata Benito.

Kasus ini terungkap setelah ibu korban menemukan chatting mesra antara pelaku dan korban. Ibu korban menanyakan hingga putrinya mau bercerita.

"Modusnya memberikan kasih sayang serta perhatian lebih sehingga korban pun terperdaya," ujarnya.

Kasus ini masih dikembangkan guna mengungkap kemungkinan adanya korban lain. Informasi lain, pelaku sudah beberapa kali masuk penjara.

"Hasil pemeriksaan, pelaku ini pernah masuk penjara karena kasus narkotika," katanya.

"Setiap melakukan aksinya selalu di rumah korban ketika orang tuanya keluar untuk membeli keperluan dagangan. Jadi di rumah hanya korban sendirian menunggui toko," tambahnya.

Sementara itu, AR telah mengakui perbuatannya. Ia mengaku mendekati korban ketika anak ini kerap curhat karena sering dimarahi ayah tirinya. AR memberikan perhatian hingga lama-lama korban semakin menempel.

"Saya berikan perhatian saja sampai dia merasa nyaman. Dan ketika saya lakukan perbuatan itu dia nurut saja," ujarnya.

"Saya bilang akan bertanggung jawab kalau hubungan kami ketahuan orang tuanya," pungkas AR.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Anak #sopir #banjarmasin #Pemerkosaan #Kejahatan Seksual