Lansia tersebut ditemukan hidup namun dalam kondisi kritis setelah enam hari menghilang di area rawa belakang Kantor BPBD Kabupaten Banjar, Selasa (16/12) petang.
Korban ditemukan terbaring lemah di kawasan rawa dan persawahan yang dipenuhi rumput tinggi dengan genangan air setinggi paha orang dewasa.
Baca Juga: Banjir Balangan Belum Surut, Sejumlah Kecamatan Masih Terendam
Lokasi penemuan hanya berjarak sekitar 150 meter dari titik terakhir Gusti Husaini terlihat sebelum dinyatakan hilang.
Kabid Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, M Kasyaf R, mengatakan medan ekstrem menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
Area persawahan dan rawa yang tertutup vegetasi membuat pencarian manual berisiko tinggi.
Baca Juga: LPG Subsidi Dijual Mahal, Pemkot Banjarmasin dan Pertamina Bersikap Tegas
“Medannya berat. Area persawahan, rawa, rumput tinggi, dan air cukup dalam. Karena itu pencarian manual saja sangat berisiko,” ujar Kasyaf.
Petunjuk penting muncul setelah tim menemukan sandal korban di area rawa.
Namun lokasi tersebut sulit dijangkau dan nyaris tak terlihat dari permukaan, sehingga tim memutuskan menggunakan teknologi drone.
Baca Juga: Video Balap Liar Viral, Polresta Banjarmasin Panggil 13 Remaja
“Area rawa tempat sandal korban ditemukan sangat sulit dijangkau. Dengan drone, kami bisa memindai dan memvisualisasikan area secara cepat. Dari situ tim langsung diarahkan ke posisi korban,” jelasnya.
Korban ditemukan dalam kondisi terlentang, mengenakan sarung, dengan fisik sangat lemah namun masih bernapas.
Tangis haru keluarga pecah saat Gusti Husaini berhasil dievakuasi dan segera dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Empat Perda Disahkan DPRD Kotabaru, Atur Ekonomi hingga Sungai
Di balik keberhasilan evakuasi tersebut, terungkap faktor nonteknis yang diduga menjadi penyebab korban tersesat hingga ke area rawa.
Berdasarkan keterangan keluarga, Gusti Husaini diduga mengalami halusinasi sebelum meninggalkan rumah.
“Sebelum hilang, korban sempat berpamitan ingin menemui seseorang yang menurutnya tinggal di tengah rawa. Dari keterangan keluarga, korban diduga mengalami halusinasi,” ungkap Kasyaf.
Baca Juga: Puluhan Pangkalan LPG Nakal di Banjarmasin Jual Gas di Atas HET
Korban diketahui meninggalkan rumah pada Selasa malam, 9 Desember 2025, sekitar pukul 19.00 Wita, tanpa membawa dompet, ponsel, maupun barang penting lainnya.
Setelah tidak kunjung kembali, keluarga melaporkan kejadian tersebut hingga pencarian melibatkan DPKP, BPBD, kepolisian, relawan, aparat desa, dan warga sekitar.
“Kami langsung berkoordinasi lintas unsur setelah menerima laporan. Alhamdulillah korban ditemukan selamat,” kata Kasyaf.
Baca Juga: Dinas PUPR Banjarmasin Petakan Limbah Rumah Tangga, Anggaran Rp1,5 Miliar Digelontorkan
Ia menegaskan, keberhasilan operasi ini menunjukkan pentingnya integrasi teknologi dalam misi penyelamatan, terutama di wilayah dengan medan ekstrem.
“Teknologi bukan sekadar pelengkap. Dalam kasus ini, drone menjadi kunci yang mengakhiri pencarian panjang,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno