Pelapor dan pemilik rumah, Abdi, melaporkan sarang berdiameter sekitar 40 sentimeter itu menempel pada posisi yang sangat sulit dijangkau.
Untuk menjangkau lokasi, petugas harus tiarap di bawah kolong rumah dan membobol satu keping papan lantai. Evakuasi berlangsung hampir dua jam karena ruang gerak sempit dan risiko serangan tawon yang tinggi.
Baca Juga: BMKG: Tanah Bumbu Paling Lama Diguyur Hujan, Balangan dan HST Juga Masuk Daftar Durasi Panjang
Proses dilakukan secara hati-hati untuk meminimalkan gangguan dan potensi serangan kepada penghuni maupun petugas.
Anggota Damkar HSU, Edi Saputra, mewakili Kepala Bidang Linmas dan Damkar HSU, H. Barkat Syahrul Kalam, mengimbau warga agar segera melapor jika menemukan sarang tawon vespa di permukiman.
“Jika warga menemukan sarang tawon vespa, segera laporkan kepada petugas Damkar agar dapat ditangani secara aman,” ujarnya kepada media, Senin (1/12/2025).
Imbauan ini menekankan keselamatan publik dan pemeriksaan profesional, mengingat tawon vespa dapat bersifat agresif dan menimbulkan risiko kesehatan serius bila menyengat banyak orang.
Petugas Damkar mengingatkan pula agar warga tidak mencoba menyingkirkan sarang sendiri tanpa peralatan dan pelindung yang memadai.
Evakuasi terkoordinasi dinilai solusi terbaik untuk mengurangi ancaman sekaligus menjaga keselamatan lingkungan pemukiman. (*)
Editor : M. Ramli Arisno