Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban pertama kali ditemukan oleh suaminya sekitar pukul 09.00 Wita di dalam rumah mereka.
Saat itu, pria yang sehari-hari bekerja berjualan sayur ini baru pulang dari Pasar Subuh. Sesampainya di rumah, ia terkejut mendapati istrinya dalam posisi gantung diri.
Baca Juga: Aliansi BEM se-Kalsel Geruduk DPRD, Tunggu Satu Jam Sebelum Akhirnya Diizinkan Dialog di Dalam
Panik, ia langsung memanggil para tetangga yang saat itu sedang bekerja di sekitar lokasi, sebelum kemudian melapor kepada Kepala Desa setempat dan Bhabinkamtibmas.
Berdasarkan keterangan saksi, malam sebelum kejadian, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 23.00 Wita, suami korban berangkat ke Pasar Subuh Jalan HM Yusi untuk berjualan.
Keesokan paginya, sekitar pukul 06.00 Wita, korban sempat mendatangi suaminya ke pasar dengan sepeda listrik. Tak lama kemudian ia kembali ke rumah.
Baca Juga: Pemkot Banjarbaru Belum Dilibatkan dalam Pembangunan Stadion Internasional Kalsel Senilai Miliaran
Beberapa waktu setelah itu, korban meminjam sepeda motor milik tetangganya dengan alasan hendak ke gubuk di Sei Karuh.
Ia kembali sekitar pukul 08.00 Wita, memarkir motor tersebut seperti semula, lalu masuk ke dalam rumah. Satu jam kemudian, suaminya tiba dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.
Menerima laporan warga, anggota Polsek Kandangan Kota yang diback-up Unit Inafis Polres HSS dan Sat Samapta Polres HSS segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal.
Kapolres HSS AKBP Muhammad Yakin Rusdi melalui Kapolsek Kandangan Kota AKP I Putu Suardika membenarkan kejadian tersebut.
"Dalam kejadian ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan suaminya menerima dengan ikhlas," tuturnya.
Kapolsek menambahkan, pihak kepolisian sebenarnya ingin membawa korban ke rumah sakit untuk visum.
Baca Juga: Kelangkaan BBM Bikin Harga Naik, HSU Bentuk Satgas dan Minta Pertamina Tambah Kuota
"Tapi memang suaminya bersikeras tidak menyetujuinya," akunya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno