MARTAPURA – Mengantisipasi kemacetan besar yang dipastikan terjadi, saat jutaan jemaah memadati kawasan Sekumpul, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar mulai mematangkan rekayasa lalu lintas untuk pelaksanaan Haul ke-21 Abah Guru Sekumpul atau momen 5 Rajab 1447 Hijriah.
Kepala Dishub Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, mengatakan bahwa saat ini koordinasi dengan Polres Banjar, Polda Kalsel, dan Relawan Posko Induk sudah dilakukan sejak awal. Fokus utama ialah mengurai titik-titik macet yang tahun lalu menjadi pusat kepadatan arus jemaah.
“Tiga titik ini menjadi perhatian khusus karena tahun lalu jemaah menumpuk cukup lama,” ucap Nyoman.
Titik yang dimaksud yaitu, Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, Pertigaan H. Duan (Lingkar Mataram – Sungai Ulin) dan Pertigaan Jalan Gedang – Ahmad Yani (Kompleks Ponpes Darussalam).
Rekayasa lalu lintas dipastikan mirip dengan tahun sebelumnya. Namun, dengan pengawasan lebih ketat dan penambahan personel di jalur padat. Arus kepulangan jemaah menjadi fokus utama karena kerap memicu kemacetan panjang.
Dishub Banjar juga menegaskan bahwa seluruh kendaraan jemaah wajib masuk ke kantong-kantong parkir resmi. Parkir liar di halaman rumah warga dan bahu Jalan Ahmad Yani akan ditindak tegas. “Jika tetap nekat parkir di bahu jalan, kami lakukan penderekan. Ini untuk menjaga kelancaran arus,” tegas Nyoman.
Selain jalur darat, Dishub memastikan jalur sungai aman dilintasi jemaah. Penerangan di jembatan-jembatan sepanjang Sungai Martapura pun akan ditambah. “Ini untuk meminimalkan risiko kecelakaan malam hari,” ujarnya.
Sementara, bertetangga dengan Kabupaten Banjar, Tapin tak diam dengan pelaksanaan 5 Rajab di Sekumpul. Ketua DPRD Tapin, Achmad Riduan Syah, menegaskan bahwa Kabupaten Tapin memiliki posisi strategis sebagai daerah tetangga yang menjadi jalur utama menuju pusat kegiatan Haul Sekumpul di Kabupaten Banjar.
“Tapin adalah kabupaten tetangga dari pusat pelaksanaan. Artinya kita punya peran penting sebagai daerah penyangga. Harapannya koordinasi ini berjalan baik agar momen tersebut dapat terlaksana sesuai harapan kita semua,” ujarnya Kamis (20/11).
Ia menekankan para relawan Tapin pada saat menjelang kegiatan hingga pascakegiatan agar bekerja satu arah dengan Tim Induk Sekumpul. Koordinator relawan Tapin diminta terus intens berkomunikasi agar pelaksanaan di lapangan berjalan sinkron dan tertib.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Tapin, Kompol Ismet Wahyudi, menyampaikan, Polres Tapin menyiapkan 897 personel gabungan untuk pengamanan. Jumlah tersebut masih memungkinkan untuk ditambah sesuai kebutuhan situasi di lapangan. “Kami juga telah menyiapkan data sarpras, rest area, dan posko singgah bagi para jemaah,” ujarnya.
Ismet menerangkan, Tapin menjadi salah satu jalur vital jemaah dari berbagai wilayah, seperti Kaltim, Kalteng, dan Banua Enam. Karena itu, persiapan harus matang dari seluruh aspek. “Tapin akan menjadi jalur perlintasan utama. Jadi semua harus siap. Mulai dari keamanan, layanan, sampai rekayasa lalu lintas bila terjadi kepadatan atau kemacetan. Semua sudah kita petakan,” terangnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief