Serangan satwa liar ini menyebabkan luka gigitan di beberapa bagian tubuh para korban, bahkan salah satunya membutuhkan delapan jahitan.
Keempat korban masing-masing adalah Norzaina (6), Ahmad Salman (6), Nur Azkia Shafira (2), dan seorang bayi berusia 1 bulan, Muhammad Juhdi Yanor.
Baca Juga: Kejar Runner-Up Peparprov Kalsel, 104 Atlet Paralimpik Banjarbaru Siap Juara
Kapolsek Aluh Aluh, Ipda Deden Lesmana, menuturkan berdasarkan data lapangan yang dihimpun Polsek Aluh Aluh, para korban mengalami luka di kaki dan telapak tangan.
"Bahkan salah satu anak membutuhkan hingga delapan jahitan," ungkap Deden saat dikonfirmasi, Rabu (19/11) siang.
Pihaknya langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan gangguan satwa liar di permukiman padat penduduk tersebut.
Baca Juga: Kerja Sama dengan PDU Skala RT, Bank Kalsel Luncurkan Program Bahemart
Dari pendataan lapangan, keempat kasus gigitan monyet terjadi ketika para anak tengah berada di rumah tanpa didampingi orang tua.
Warga yang melihat serangan itu langsung mengevakuasi para korban ke puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha dan Puskesmas Gambut untuk mendapatkan vaksin antirabies.
"Kami bersama BKSDA Banjar berhasil mengamankan satu ekor kera betina yang diduga menjadi pelaku penyerangan," ujarnya.
Baca Juga: Banjarbaru Urutan Kedua Kasus HIV Kalsel, 99 Pasien Meninggal Dunia
Menurut Kapolsek, munculnya kera liar ke permukiman bukan hanya insiden tunggal, tetapi tanda meningkatnya tekanan habitat di kawasan pesisir Aluh Aluh.
"Wilayah ini berbatasan dengan area rawa dan hutan kecil yang mulai terfragmentasi. Ini membuat satwa mencari makanan ke rumah warga," jelasnya.
Saat ini, kera betina tersebut sudah diserahkan kepada petugas BKSDA Kalsel untuk dipindahkan ke habitat yang lebih aman agar tidak kembali berinteraksi dengan warga.
Baca Juga: Ayah Cabuli Anak Kandung, Terancam Kebiri Kimia dan Penjara Seumur Hidup
Polsek juga mengimbau masyarakat agar tidak memberi makan hewan liar, segera menghalau satwa yang muncul dengan suara keras atau menyemprot air, serta mengamankan sumber makanan yang mereka incar, seperti sampah rumah tangga.
"Kami minta warga tetap waspada. Jika ada satwa liar lain yang masuk permukiman, segera laporkan agar bisa ditangani sebelum menimbulkan korban baru," tegas Ipda Deden. (*)
Editor : M. Ramli Arisno