PULAU SEMBILAN- Potensi badai ditengah laut ujung Kotabaru, Polsek Pulau Sembilan secara resmi mengeluarkan larangan sementara bagi seluruh nelayan di wilayahnya untuk tidak melaut pada hari ini, Rabu, (12/11).
Larangan ini bukan gertakan. Berdasarkan pantauan terkini, perairan Marabatuan dan Pulau Sembilan berada di bawah ancaman serius.
Dimana, bulan November, yang dikenal dengan perubahan cuaca ekstrem dan badai mendadak, membawa potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang siap menghempaskan kapan saja.
Kondisi ini jelas-jelas dapat membahayakan keselamatan jiwa para pelaut dan nelayan yang mencari rezeki.
Kapolsek Pulau Sembilan IPTU Agus Riyanto menekankan bahwa keselamatan adalah harga mati yang tak bisa ditawar.
Ia tak ingin ada warga yang menjadi korban keganasan laut hanya demi mengejar hasil tangkapan dan ini sudah pernah terjadi di Pulau Sembilan.
"Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan nyawa adalah yang utama. Hasil tangkapan yang melimpah tidak ada artinya jika nyawa menjadi taruhannya," tegasnya.
Demi mengantisipasi bencana di laut, Polsek Pulau Sembilan menyerukan tiga imbauan inti yang wajib ditaati.
Pertama, menghentikan sementara seluruh aktivitas melaut ketika terjadi gelombang tinggi dan angin kencang.
Kedua, menunda semua rencana pelayaran hingga kondisi laut di perairan Marabatuan dinyatakan benar-benar aman.
Ketiga, mengutamakan keselamatan jiwa dengan tetap berada di darat selama cuaca di laut menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan.
“Nelayan dan seluruh masyarakat pesisir diharap mematuhi himbauan krusial ini dan menyebarkannya kepada rekan-rekan sesama pelaut,” pesannya.
Terakhir ia meminta agar warga juga proaktif melaporkan kondisi laut yang mencurigakan kepada pihak kepolisian terdekat.
Editor : Arif Subekti