Saat kejadian kondisi hujan deras berpetir dan berangin. Beruntung tak ada yang menjadi korban. Kerusakan bervariasi, ada atap terkoyak hampir separuh, atap melayang dan bagian dapur ambruk.
Rumawi, Kepala Desa Anjir Serapat Baru 1, menjelaskan bahwa tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Hanya kerusakan bangunan.
"Satu rumah yang rusak berat perlu mendapat perhatian. Dua rumahnya kerusakan sedang," ujar Kepala Desa, Selasa (11/11).
Disebut Rumawi tiga rumah tersebut total 9 jiwa, masing-masing ada yang masih sekolah dan juga kuliah."Di rumah Syaiful itu hanya ada anaknya, dia masih di sawah bersama istri dan anak sulungnya," sebutnya.
Saudah (42) salah satu pemilik rumah diterjang angin menceritakan, saat itu ia, suami dan anak pertamanya tengah berada di sawah. Di rumah hanya anak bungsunya berusia 12 tahun.
"Kami ke sawah bakda asar, tak lama di sawah melihat hari mau hujan kami memilih pulang, tetapi kehujanan di perjalanan dan memilih berteduh. Pas itu angin kencang. Setelah berteduh sebentar, kami pulang. Kaget melihat atap terbang jatuh ke rumah tetangga sebelah," ceritanya.
Saudah pun lekas memanggil anaknya, beruntung tak apa-apa. "Untung putra saya setelah mendengar bunyi langsung berlari ke ruang depan dan memilih duduk di kursi, saya lihat wajahnya ketakutan, mungkin syok. Tetapi setelah ditenangkan tak mengapa," ujarnya.
Sementara itu Camat Anjir Muara Titien Hariyati mengungkapkan bahwa setelah mendapatkan laporan dari kepala desa, dia langsung berkoordinasi dengan pimpinan serta dinas sosial serta BPBD, Kabupaten Barito Kuala.
"Hari ini sudah tersalurkan bantuan dari BPBD dengan tiga keluarga yang terdampak, tetapi ini rencana menyusul dari Dinas Sosial," ungkap Titien di lokasi.
Bantuan yang diberikan berbentuk air mineral, sembako, mie instan, terpal, matras dan ada peralatan sekolah."Musibah angin ini hanya di desa Anjir Serapat Baru 1 ini saja, dan alhamdulillah tidak ada yang terluka dalam peristiwa ini," pungkas Titien.
Editor : Sutrisno