BANJARMASIN – Laporan warga yang masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Banjarmasin semakin absurd saja.
Ada saja warga yang mengira semua persoalan bisa ditangani petugas damkar. Dari memasang lampu kos, memasang tabung gas, sampai mengatasi orang kesurupan.
Kepala Disdamkarmat Banjarmasin, Hendro menyebut beberapa tahun terakhir jenis laporan yang masuk makin "random". Bahkan, saking anehnya, kadang petugas cuma bisa saling pandang, antara geli dan tak habis pikir.
"Kami pernah dapat telepon ibu kos minta dipasangkan lampu. Kemudian anak kos minta dipasangkan tabung gas. Dan laporan lain yang sebenarnya bisa ditangani sendiri," ujar Hendro, Jumat (7/11).
Paling di luar nalar, lanjut dia, adalah laporan orang kesurupan. Pelapor ngotot meminta damkar datang untuk mengusir setan.
"Kami sudah bilang kalau soal ini panggil ustaz saja. Namun menurut pelapor, setan kan tercipta dari api, jadi damkar bisa menolong dengan menyemburkan air," terang Hendro sembari tersenyum.
Tak berhenti di situ. Pernah pula masuk laporan pertengkaran suami istri, minta bantuan menangkap maling, bahkan ada yang datang langsung ke kantor cuma untuk meminta uang ongkos pulang kampung.
Meski bukan tupoksinya, Hendro menegaskan petugas tetap merespons dengan ramah, lalu mencoba untuk mengarahkan pelapor ke instansi yang tepat.
"Misalnya perkelahian suami istri, kalau sudah membahayakan kami arahkan ke polisi. Sama halnya penangkapan maling, kami bantu laporkan ke polisi," jelasnya.
Ia melihat fenomena ini dari sisi positif. Yakni tingginya kepercayaan warga terhadap damkar. Dia bersyukur atas itu.
Namun, ia mengimbau, jika masalah sederhana yang bisa dikerjakan sendiri, diharapkan dapat dicoba sendiri terlebih dulu.
"Kami tetap imbau masyarakat, kalau laporan biasa seperti memasang lampu dan gas ditangani sendiri saja dulu," imbaunya.
"Semua layanan damkar tak dipungut biaya," pungkas Hendro.
Di atas semua keanehan itu, satu tugas yang tak berubah, damkar tetap stand by 24 jam untuk musibah yang sebenarnya, yakni ketika terjadi kebakaran.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief