Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dua Anak di Martapura Dikeroyok Sekelompok Orang, Korban Sebut Pelaku Bawa Pistol

M Fadlan Zakiri • Rabu, 5 November 2025 | 14:38 WIB
MELAPOR: Kuasa hukum dari PBH Peradi Martapura–Banjarbaru mendampingi dua anak di bawah umur saat membuat laporan ke Polres Banjar karena menjadi korban dugaan pengeroyokan, Selasa (4/11/2025) malam.
MELAPOR: Kuasa hukum dari PBH Peradi Martapura–Banjarbaru mendampingi dua anak di bawah umur saat membuat laporan ke Polres Banjar karena menjadi korban dugaan pengeroyokan, Selasa (4/11/2025) malam.

MARTAPURA – Dugaan pengeroyokan terhadap dua anak di bawah umur di Martapura, Kabupaten Banjar, memantik perhatian publik.

Korban berinisial RDN (16) dan JNR (14) dianiaya sekitar sepuluh orang di kawasan Jalan Permata 1, Bincau Muara, Martapura pada Senin (3/11/2025) malam.

Mirisnya, dari keterangan korban, beberapa pelaku diduga mengenakan seragam polisi, dan sempat menunjukkan senjata api (pistol) saat kejadian berlangsung.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WITA, saat kedua korban hendak pulang mencari makan menggunakan motor.

Ketika melintas di tikungan, mereka dihentikan sekelompok orang tak dikenal.

Karena takut, korban berusaha melanjutkan perjalanan.

Namun, motor mereka ditendang hingga terjatuh.

“Setelah jatuh, korban langsung dipukul dan diseret oleh beberapa orang,” ujar Kisworo, penasihat hukum Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Martapura–Banjarbaru, yang mendampingi keluarga korban saat pelaporan di SPKT Polres Banjar, Selasa (4/11/2025) malam.

Menurut Kisworo, dari penuturan korban, sebagian pelaku mengenakan pakaian preman. Sementara dua orang berseragam polisi.

Dari sekitar 10 orang yang berada di lokasi, satu di antaranya bahkan menunjukkan pistol di pinggangnya sambil mengancam korban.

“Korban diseret, dipukul, dan ditendang. Salah satu dari mereka memperlihatkan pistol dan menyuruh korban diam. Setelah itu, mereka dilepaskan begitu saja dalam kondisi luka,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar di pinggang, luka lecet di lutut dan siku, serta nyeri di bibir akibat pukulan.

Namun, menurut Kisworo, paling berat justru trauma psikologis yang kini dialami kedua anak itu.

“Secara fisik luka mereka tidak parah. Tapi secara psikis, mereka ketakutan luar biasa. Anak-anak ini trauma berat,” tegas Kisworo.

Kisworo menegaskan, pihak PBH Peradi Martapura–Banjarbaru akan terus mengawal kasus ini agar penyelidikan berjalan serius, profesional, dan transparan.

“Kalau memang ada keterlibatan oknum aparat, harus diproses sesuai hukum. Tidak boleh ada yang ditutupi,” ujarnya.

Menurutnya, perbuatan para pelaku masuk unsur tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam pasal 170 KUHP, serta berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya pasal 80 terkait kekerasan terhadap anak.

“Negara wajib melindungi anak-anak. Kami minta Polres Banjar serius menangani kasus ini agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan,” pungkasnya.

Trauma Berat Hingga Enggan Sekolah

Salah satu orang tua korban, Johansyah, mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya.

Anaknya pulang ke rumah dalam keadaan luka dan ketakutan.

“Saya tanya kenapa, katanya dipukuli orang. Saya sedih, saya saja tidak pernah memukul anak saya,” tuturnya.

Sejak kejadian itu, anaknya disebut sering melamun dan enggan pergi ke sekolah.

“Dia takut keluar rumah. Saya harap pelaku segera ditangkap, supaya anak saya tenang,” ujarnya lirih.

Sementara Anang Syahrani, ayah dari korban lainnya, juga berharap keadilan ditegakkan.

“Anak saya tidak salah apa-apa. Saya bingung kenapa diperlakukan seperti itu,” katanya.

Polres Banjar: Masih Dalam Pengecekan

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan tersebut.

Namun saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Banjar, AKP Suarji menyatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan.

“TKP-nya di mana, nanti dicek dulu,” ujar Suarji singkat saat dihubungi, Selasa (4/11/2025) malam.

Editor : Eddy Hardiyanto
#martapura #pistol #dikeroyok