BANJARMASIN - Diduga karena mabuk, seorang pemotor mengamuk dan mengajak pengendara lainya berkelahi. Perilaku itu memancing kemarahan warga, sontak massa berbondong-bondong mengejar pria itu.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Hasan Basry, Kayu Tangi, Banjarmasin Utara, persis di depan gerbang RSUD dr Moch Ansari Saleh, Senin (3/11) sore.
Pemuda bernama Muhammad Sunarko alias Eko (24), warga Kompleks Puntik Ray 5, Mandastana, Barito Kuala, ini nyaris diamuk massa. Lawannya adalah sopir travel bernama Pardi (23), warga Alalak Berangas, Batola.
Ketika ada polisi melintas, saat diamankan, Eko malah melawan dan membuat suasana kian memanas.
Akhirnya, Eko digiring polisi dan warga ke Mapolsek Banjarmasin Utara yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Sekuriti rumah sakit mengaku tak mengetahui secara pasti permasalahannya. Namun ia melihat dari kejauhan pemuda itu mendekati mobil korban.
"Setelah kendarannya sama-sama berhenti, mereka cekcok mulut, lalu pria itu menendang mobil dan menyerang sopir," katanya.
Sekuriti ini menduga pria itu mabuk. Sebab dari mulutnya tercium aroma alkohol yang kencang.
"Dia nantang-nantangin orang di situ juga, makanya banyak yang geram dan hendak menghajarnya," tuturnya.
Sementara itu, Pardi mengatakan mobilnya beriringan dengan motor Eko sejak Hotel Pesona. Cara berkendaranya ugal-ugalan dan hampir menyerempet mobilnya.
"Dia meminta saya turun. Pas depan rumah sakit ya saya tunggu. Di situlah terjadi keributan. Dia duluan yang menyerang, ya saya balas pukul," ucapnya.
Di Polsek Banjarmasin Utara, Eko membantah cerita versi Pardi. Dia menegaskan, Pardi lah yang lebih dulu menghantam wajahnya. Dia berusaha membela diri, tapi malah dikeroyok warga. "Saya kebetulan buru-buru mau pulang karena ada urusan keluarga. Saya tidak memukul duluan," sanggahnya.
Mengantisipasi agar Eko tidak menjadi bulan-bulanan warga, dia diamankan, sementara Pardi juga dimintai keterangan oleh kepolisian.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief