BANJARMASIN – Fenomena anak-anak dan remaja menghirup lem Fox kembali bikin resah.
Di sejumlah sudut kota, bocah yang seharusnya bersekolah justru terlihat mabuk lem, mengejar sensasi “nge-fly” di jalanan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin, Muhammad Ramadhan menyebut penyalahgunaan lem Fox kini menjadi masalah sosial yang sangat serius.
“Efeknya bisa fatal. Dalam jangka pendek bikin pusing dan mual, tapi dalam jangka panjang bisa merusak otak, paru-paru, dan menurunkan kesehatan anak secara drastis,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Ramadhan yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin menjelaskan, kebanyakan korban adalah anak jalanan, remaja putus sekolah, hingga anak dari keluarga bermasalah.
“Pernah kami temukan anak SD yang sudah kecanduan lem. Ini miris sekali,” ucapnya.
DP3A terus melakukan langkah pencegahan lewat edukasi, penyuluhan, dan kerja sama lintas instansi bersama TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Sosial.
Razia gabungan pun rutin dilakukan di kawasan padat penduduk dan daerah rawan seperti pasar dan pinggiran kota.
“Kalau kami temukan anak yang kecanduan, biasanya dibawa ke rumah singgah untuk dibina dan diberi edukasi,” jelasnya.
Namun, Ramadhan menegaskan, upaya pemerintah tidak akan cukup tanpa peran keluarga dan masyarakat.
“Kalau melihat anak menghirup lem, jangan diam. Tegur, laporkan, bantu arahkan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Pemerintah mengingatkan, jika perilaku ini tidak segera ditekan, bukan hanya masa depan anak yang terancam, tapi juga wajah sosial Kota Banjarmasin.
Editor : Eddy Hardiyanto