TANJUNG - Anggota DPRD Tabalong, Yulianti mengucapkan bela sungkawa atas kematian siswa MTsN Muara Uya, Rafha Haekal Ahmad Denejad (13).
Pelajar asal Desa Muara Uya, Kecamatan Muara Uya, itu ditabrak suami Yulianti, Zainuddin.
"Keluarga korban adalah tetangga kami di Muara Uya. Kami juga merasakan kehilangan," ujarnya, Kamis (30/10).
"Kami mohon maaf atas apa yang dilakukan suami saya. Musibah ini juga tidak ada yang menghendaki," imbuhnya.
Yulianti menuturkan, saat musibah terjadi 4 Agustus 2025 lalu, dia dan keluarganya sibuk mengurus pernikahan kerabat. Kalau dia dianggap terlambat datang ke rumah korban untuk mengucapkan belasungkawa, hingga dianggap kabur dari tanggung jawab, menurutnya tidak seperti itu.
"Padahal kami sudah menyempatkan datang ke rumah korban dan ke makam ananda Rafha Haekal Ahmad Denejad untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung," jelasnya.
Yulianti berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi dirinya dan suami. Dari cobaan ini ada hikmah yang bisa diambil.
"Hasilnya seperti apa, kami serahkan semuanya ke pengadilan. Namun bagi kami, kami tetap akan selalu menjaga silaturahmi dengan keluarga korban," tegasnya.
Zainuddin menghadapi sidang perkara tabrak lari di Pengadilan Negeri Tanjung, Rabu (29/10).
Dalam persidangan, ibu kandung korban, Mahriati Elfah hadir sebagai saksi. Ia menyebut Zainuddin kabur usai menabrak putranya.
Ia menyatakan pelaku tidak memiliki itikad baik untuk menemui keluarganya. Padahal jarak antara rumah korban dan pelaku berdekatan.
Mahriati lantas melaporkan Zainuddin ke Polres Tabalong, hingga ia ditangkap dan disidang.
Persidangan masih berjalan, dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.