Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Usai Temuan MBG Berbelatung, Nasib SPPG Landasan Ulin Utara 1 Banjarbaru Dipertanyakan

Sheilla Farazela • Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:21 WIB

Inilah suasana SPPG Landasan Ulin Utara 1, tidak ada aktivitas pasca temuan belatung di menu MBG yang mereka sajikan.
Inilah suasana SPPG Landasan Ulin Utara 1, tidak ada aktivitas pasca temuan belatung di menu MBG yang mereka sajikan.

BANJARBARU – Nasib Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Landasan Ulin Utara 1 di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masih belum jelas.

Usai mencuatnya dugaan temuan belatung pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (24/10), dapur SPPG itu terpantau sepi tanpa aktivitas.

Pantauan wartawan, tidak terlihat aktivitas pengolahan makanan di lokasi. Hanya tampak dua unit sepeda motor dan satu mobil hitam terparkir di halaman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, dr Juhai Trianti Agustina mengungkap bahwa SPPG tersebut sebelumnya mendaftarkan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) setelah mengikuti pelatihan keamanan pangan yang digelar pada 4 Oktober 2025.

“Salah satunya SPPG Landasan Ulin Utara. Mereka langsung mendaftarkan SLHS, tetapi ada tiga syarat untuk mendapatkannya,” ujarnya, Rabu (29/10) sore.

Tiga syarat penerbitan SLHS, lanjut Juhai, meliputi pelatihan keamanan pangan, inspeksi kesehatan lingkungan, serta pemeriksaan sampel air dan makanan. Pemeriksaan sampel untuk SPPG Landasan Ulin Utara 1 sejatinya dijadwalkan pada Senin (27/10). Namun, kegiatan itu urung dilakukan karena terjadi penutupan sementara.

“Karena ada kasus penutupan, pemeriksaan belum bisa dilakukan. Selanjutnya kami menunggu arahan dari koordinator wilayah,” jelasnya.

Dinkes berkoordinasi dengan SPPI dan BGN Koordinator Wilayah Banjarbaru guna menjadwalkan ulang pengambilan sampel air dan makanan di dapur tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan BGN melalui Koorwil, direncanakan akan dilakukan pengambilan sampel ke SPPG itu,” tambahnya.

Terkait penyebab munculnya belatung pada burger tersebut, Juhai menyebut sudah dikonfirmasi oleh pihak Koorwil Banjarbaru dan petugas gizi di SPPG bersangkutan.

“Untuk kondisi di lapangan lebih jelas dijelaskan oleh SPPI. Tapi untuk pelayanan ke penerima manfaat, prinsipnya zero tolerance atau nol toleransi,” tegasnya.

Dinkes Banjarbaru kembali mengimbau seluruh SPPG agar menjaga kebersihan dan kehigienisan proses memasak dari tahap awal hingga makanan disalurkan ke siswa.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#burger #banjarbaru #SPPG #belatung #Mbg