BANJARMASIN - Warga binaan Lapas Kelas II A Banjarmasin memanen selada dari kebun hidroponik yang mereka rawat selama ini. Hasilnya, sebanyak 180 pot selada hijau dan segar siap dijual ke masyarakat.
Hasil panen itu dipetik Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Mulyadi bersama Kalapas Kelas II A Banjarmasin, Akhmad Herriansyah.
Selada ini akan dijual kepada masyarakat sekitar dan pengunjung lapas pada jam besuk.
"Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah membeli hasil kebun warga binaan. Ini bukan sekadar menanam selada, ini menanam semangat dan harapan baru," ujar Mulyadi, Rabu (29/10).
Kepada Kalapas, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam program pembinaan.
"Tidak ada kata terlambat. Apapun yang ditanam pasti akan menghasilkan, asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh," tegasnya.
Sementara itu, Herriansyah menyebut panen kali ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan di bidang kemandirian ekonomi.
"Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang bisa mereka bawa setelah bebas nanti. Panen hari ini hasil kerja keras mereka yang patut diapresiasi," ucapnya.
Ia berharap, tangan-tangan terampil warga binaan dan petugas lapas tidak berhenti di panen ini.
"Di balik deretan pot selada hijau, tersimpan pesan kuat, bahwa bukan hanya sayur yang tumbuh, tapi juga harapan dan masa depan baru bagi mereka yang ingin berubah," pungkas Kalapas.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief