Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pembunuhan Bu Bidan di Kelayan, Polisi Tunggu Kondisi Putri Korban Membaik

Maulana Radar Banjarmasin • Jumat, 24 Oktober 2025 | 10:13 WIB

 

PISAU: Penyidik Polsek Banjarmasin Selatan memperlihatkan barang bukti dari residivis jambret Andi Julianto alias Encek yang melakukan pembunuhan terhadap bidan di Kelayan A.
PISAU: Penyidik Polsek Banjarmasin Selatan memperlihatkan barang bukti dari residivis jambret Andi Julianto alias Encek yang melakukan pembunuhan terhadap bidan di Kelayan A.

BANJARMASIN - Duka masih menyelimuti warga Gang Antasari 2, Jalan Kelayan A, Banjarmasin Selatan, pasca pembunuhan Rahmaniah.

Bidan berumur 58 tahun itu dikenal warga sebagai sosok yang santun dan ringan tangan.

Warga Kelayan menyesalkan perbuatan pelaku yang tega menghabisi korban hanya karena persoalan utang.

"Cuma karena tidak dipinjami uang, pelaku tega berbuat keji. Padahal almarhumah orangnya sangat baik," ucap Ketua RT 6 Kelayan, Nurdin pada Kamis (23/10).

Menurutnya, meski sudah pensiun sejak Mei 2025 lalu, almarhumah masih aktif melayani masyarakat.

"Beliau tidak hanya melayani suntik KB (keluarga berencana). Warga yang sakit ringan juga sering datang berobat ke beliau," ujar Nurdin. 

Sejak berhenti melayani persalinan, Rahmaniah memilih fokus membuka praktik di rumahnya.

"Katanya karena faktor usia juga. Dahulu kalau ada yang mau melahirkan, beliau cepat datang membantu, termasuk waktu cucu saya lahir," kenang Nurdin.

Kepergian Rahmaniah meninggalkan luka mendalam bagi warga sekitar.

"Jasanya sangat banyak. Selama ini beliau sangat dibutuhkan masyarakat," tutur Nurdin.

Ia juga menyebut, almarhumah tinggal bersama putrinya yang sebentar lagi wisuda dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB).

"Dua anaknya sudah berkeluarga, satu di Banjarbaru, satu lagi di kawasan Gerilya. Sedangkan suaminya sudah lama meninggal, sekitar tahun 2009," imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens mengungkap, kondisi Rina Mutia (24), putri Rahmaniah yang turut menjadi korban penganiayaan kini berangsur membaik.

"Sudah dipulangkan. Untuk sementara, kami beri waktu agar bisa istirahat dulu. Nanti kalau sudah siap, baru akan dimintai keterangan lebih lanjut," singkatnya.

Pembunuhan itu terjadi di rumah korban pada Senin (20/10) malam, sekitar pukul 20.00 Wita.

Pelaku adalah Encek alias Andi Julianto, 32 tahun, warga Gang Setia Budi, Jalan Kelayan A, Banjarmasin Selatan.

Encek seorang residivis kasus jambret. Ia belum lama ini bebas dari penjara.

Encek menuturkan, malam itu ia mendatangi korban untuk mengobati penyakit maag yang kambuh. Setelah berobat, ia memohon dipinjami uang Rp500 ribu.

Namun korban menolak karena mengaku tidak memiliki uang. Penolakan itu dibalas pelaku dengan tikaman pisau berkali-kali. Putri korban Rina yang ingin melindungi ibunya juga kena bacok.

Encek telah menyerahkan diri ke kantor polisi dan ditahan.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Pembunuhan #banjarmasin #kelayan #bidan