BANJARMASIN - Setelah satu malam tak pulang ke rumah, Mahjuri (40) ditemukan mengapung di Sungai Martapura, Kamis (23/10) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita.
Jenazah korban ditemukan tidak jauh dari titik perkiraan tenggelam di Jalan RK Ilir, Banjarmasin Selatan.
Setelah dievakuasi dari sungai, keluarga memilih membawanya pulang ke rumah duka. Keluarga menolak jasad Mahjuri dibawa ke kamar pemulasaraan jenazah Rumah Sakit Ulin.
"Keluarga menolak dengan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum dan autopsi," kata Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adie, kemarin.
Korban diperkirakan tenggelam pada Rabu (22/10) dini hari, tapi baru besok paginya keluarga menyadari Mahjuri menghilang.
Pagi itu, anaknya bolak-balik mencari keberadaan ayahnya. Hingga ia menemukan sepeda motor dan sandal ayahnya di depan rumah warga.
"Malam itu ada sepasang suami istri dan pencari ikan yang mendengar suara orang berlari dan memanggil-manggil nama seseorang dari arah sungai," terang Dading.
Saksi ini lalu keluar rumah dan mengecek, tapi suara itu hilang. "Akan tetapi korban meninggalkan jejak kaki," tambah Dading.
Warga pun penasaran, mereka coba mencari tahu siapa pemilik jejak itu. Tak lama terdengar lagi teriakan seseorang, "Mali, Mali, Mali!"
Warga sempat merekam peristiwa itu dengan kamera ponsel, namun di sungai tak terlihat apa-apa. "Karena gelap," pungkasnya.
Korban adalah warga Jalan Pattimura, Banjarmasin Selatan. Malam itu ia pamitan dengan istrinya, katanya keluar untuk membeli obat nyamuk sekitar pukul 01.00 Wita.
Siangnya, tim gabungan dari relawan emergency dan Polairud menyisir sungai untuk mencari korban.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief