BANJARMASIN– Pemko Banjarmasin tak mau berspekulasi soal penyebab puluhan siswa SMPN 33 yang mendadak menderita diare massal, Rabu (21/10) pagi.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin akan memanggil penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) untuk dimintai klarifikasi.
"Semua harus dicek ulang. Kita akan panggil pihak penyedia MBG dan SPPG, kita kroscek bagaimana kondisi di tempat produksinya, bagaimana proses penyajiannya. Kita harus pastikan semuanya sesuai standar," tegas Yamin kepada Radar Banjarmasin, Rabu (22/10).
Mantan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin ini mengatakan langkah ini penting untuk menjaga kredibilitas program MBG yang merupakan program nasional . Kejadian ini harus dijadikan evaluasi serius agar tidak terulang di sekolah lain.
"Kita tidak mau program baik ini tercoreng hanya karena kelalaian teknis di lapangan," ujarnya.
Yamin mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menelusuri penyebabnya. Bahkan, tim kesehatan telah mengambil sampel makanan dan air minum MBG untuk uji klinis dan kimia.
"Kita tunggu hasil laboratoriumnya dulu, baru bisa bicara soal penyebab," katanya.
Selain itu, ia juga memberikan peringatan keras kepada seluruh dapur penyedia MBG agar disiplin dalam pengolahan dan waktu penyajian makanan. Jangan sampai dimasak pada malam hari lalu disajikan siang keesokan harinya.
"Masak malam, sajikan siang, itu tidak boleh. Makanan bisa berubah kualitasnya kalau terlalu lama dibiarkan," tegas politikus Partai Gerindra itu.
Ia menekankan, guru dan pihak sekolah juga harus lebih aktif mengawasi proses pembagian MBG. "Guru harus menjadi leading sector di sekolah. Mereka yang harus memastikan MBG yang diterima anak-anak masih layak konsumsi," pungkas Yamin.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief