BANJARMASIN — Ruang sidang Pengadilan Negeri Banjarmasin memanas saat hakim anggota Rustam Parluhutan menegur keras kepada saksi dari kepolisian dalam perkara endorsement situs judi online yang menyeret terdakwa Septia Rahayu, Senin (20/10). Teguran itu muncul setelah hakim mengetahui bahwa situs judi yang dipromosikan terdakwa masih aktif dan dapat diakses bebas.
Hakim mempertanyakan efektivitas penindakan yang hanya menyasar pelaku promosi, tanpa menyentuh pengelola situs. “Situsnya masih bisa dibuka. Kalau begitu, penanganan perkara ini sia-sia saja. Tidak ada efek jeranya. Kenapa yang menyuruh tidak ditangkap?” ujar Rustam dengan nada tinggi dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Cahyono Riza Adrianto.
Hakim anggota lainnya, Ariyas Dedy, bahkan menunjukkan langsung tautan situs judi kepada terdakwa dan jaksa penuntut umum. Situs yang seharusnya diblokir itu tetap terbuka, dan menampilkan berbagai permainan taruhan digital.
Terdakwa diketahui mempromosikan situs judi melalui akun Instagram pribadinya, dengan cara menautkan link ke bio dan membuat unggahan promosi. Dari aktivitas tersebut, ia menerima honor sebesar Rp8,6 juta yang dikirim melalui aplikasi DANA oleh admin situs bernama Natalie Feii.
Dalam kesaksian di persidangan, saksi dari kepolisian menyebut aktivitas promosi ditemukan melalui patroli siber secara acak. Namun, hakim menilai langkah tersebut belum sistematis, dan tidak menyentuh akar persoalan. “Kalian bisa patroli, tapi tidak bisa menangkap pemilik websitenya. Kalau masih bisa diakses, apa gunanya patroli?” tegas Rustam.
Septia Rahayu mengaku menerima tawaran endorsement dari temannya di Landasan Ulin, Banjarbaru yang kini juga menjadi tahanan kota dalam perkara serupa. Ia mengakui mengetahui bahwa situs tersebut adalah situs judi. Namun tetap menerimanya karena alasan ekonomi. “Saya belum kerja waktu itu, jadi uang endorse itu untuk bayar kos,” ucapnya pelan.
Jaksa Penuntut Umum turut menghadirkan barang bukti berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp antara terdakwa dan admin situs, serta bukti transfer bulanan selama delapan bulan terakhir.
Sidang ditunda dan dijadwalkan kembali pekan depan. Terdakwa tampak pasrah menghadapi dakwaan yang menjeratnya. Sementara hakim menegaskan pentingnya penindakan menyeluruh terhadap jaringan promosi dan pengelola situs judi daring.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief