Laporan pertama diterima oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Banjarbaru sekitar pukul 18.55 Wita.
“Kami langsung mengerahkan tiga armada dan dua regu piket ke lokasi,” ujar Kepala UPT Damkar Banjarbaru, Syafrullah.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api sudah membesar dan melalap ruang guru serta sebagian ruang kepala sekolah. “Kerusakan sudah mencapai lebih dari 90 persen,” tambahnya.
Akibatnya, seluruh berkas penting seperti dokumen rapor, arsip sekolah, dan administrasi lainnya tidak bisa diselamatkan.
“Kemungkinan besar semua habis terbakar karena masyarakat juga tak sempat menyelamatkan,” ujarnya.
Namun, dari keterangan warga, beberapa mushaf Al-Qur’an dan buku Yasin yang berada di ruang guru ditemukan masih utuh.
“Alhamdulillah, mungkin dengan kekuasaan Allah, Quran dan Yasin itu tetap selamat,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.
“Masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Rencananya besok akan dilakukan olah TKP,” jelas petugas.
Sementara area sekolah telah dipasangi garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Editor : Sutrisno