BANJARMASIN - Penumpang dan motoris kapal feri penyeberangan Banjar Raya-Tamban geger pada Minggu (19/10) siang.
Sekitar pukul 14.00 Wita, salah seorang penumpang tiba-tiba kejang-kejang dan jatuh tak sadarkan diri.
Korban bernama Arbani (51) warga Alalak Tengah, Banjarmasin Utara.
Informasi dihimpun, korban baru saja masuk ke dalam feri untuk menyeberang dari Sungai Lauk, Tamban, Barito Kuala, menuju Banjarmasin.
Tak lama berada di dalam kapal, Arbani mendadak kejang-kejang hingga mengundang perhatian penumpang.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah penumpang berupaya memberikan pertolongan pertama. Namun, korban tak kunjung sadarkan diri, hingga akhirnya penumpang di sana mencari bantuan ambulans relawan emergency untuk mengevakuasi ke rumah sakit.
Wahyuni (36), salah satu ABK kapal feri, mengatakan kebetulan dia sedang libur kerja. Namun dari kabar temannya di kapal, korban tidak berangkat sendiri. Ia bersama istrinya.
"Tak lama di dalam kapal korban merasa sulit bernapas, istrinya panik dan meminta bantuan penumpang lain untuk menghubungi relawan guna meminta ambulans," tutur Wahyuni.
Ditambahkan Didi, salah seorang penumpang, setiba di dermaga korban langsung dibawa ke ambulans dan dievakuasi ke RS TPT dr Soeharsono Banjarmasin.
"Korban ditangani di RS TPT," bebernya.
Sejumlah penumpang menduga korban mengalami serangan jantung, hingga membuatnya tak sadarkan diri. Bahkan beredar kabar jika nyawanya tak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Dikonfirmasi, Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adie membantah kabar duka itu. Ia menegaskan korban hanya pingsan saja.
"Kondisi korban hanya pingsan dan sudah dibawa pulang," singkatnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief