BANJARMASIN - Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polresta Banjarmasin mencatat tren memprihatinkan sepanjang semester pertama tahun 2025. Terungkap, keterlibatan kaum perempuan dalam bisnis haram ini mengalami peningkatan.
Hal tersebut diungkap Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Syuaib Abdullah di sela pemusnahan barang bukti pada Senin (13/10).
Dibeberkannya, dari 221 tersangka penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang diamankan sejak Januari hingga September 2025, sebanyak 23 di antaranya merupakan perempuan.
Artinya, lebih dari 10 persen pelaku adalah wanita. "Angka ini cukup mengkhawatirkan. Apalagi sebagian besar dari mereka masih dalam usia produktif," kata Syuaib menyesalkan.
Apalagi para pelaku perempuan ini tak hanya sekadar figuran. Mereka punya peran penting dalam jaringan peredaran. Mulai dari kurir hingga penyimpan barang bukti.
"Dalam banyak kasus, barang bukti narkoba hampir selalu ditemukan dalam penguasaan pelaku perempuan itu sendiri," ujarnya.
Salah satu contoh kasus terbaru adalah penangkapan tersangka bernama Mahdalena oleh unit Opsnal Polsek Banjarmasin Tengah. Dia diamankan di kawasan Alalak Utara, Banjarmasin Utara, dengan barang bukti tiga paket sabu seberat 247,04 gram.
Jumlah tersebut bahkan nyaris separuh dari total barang bukti sabu yang dimusnahkan Satresnarkoba dalam periode tersebut, yakni 509 gram.
"Ini membuktikan bahwa peran perempuan dalam peredaran narkoba di Banjarmasin bukan main-main," pungkas Syuaib.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief