Anggota DPRD Tapin Taufik Hidayat menekankan pentingnya pendampingan serius dan berkelanjutan terhadap korban, terutama dalam aspek psikologis dan perlindungan sosial.
Menurut Taufik, tragedi seperti ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma mendalam yang bisa memengaruhi masa depan korban.
"Anak yang menjadi korban harus benar-benar mendapatkan pendampingan. Tidak cukup hanya dengan penegakan hukum terhadap pelaku, tapi juga pemulihan psikis dan sosial bagi korban," ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Ia meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Tapin bersama kepolisian, lembaga sosial, dan psikolog profesional untuk turun langsung memberikan pendampingan menyeluruh.
Taufik juga menilai perlu ada pengawasan keluarga dan lingkungan agar kasus serupa tidak terulang.
Baca Juga: Polres Kotabaru Rotasi Lima Pejabat, Kapolres Doli Perintahkan Segera Adaptasi
"Faktor keluarga harus menjadi perhatian. Jangan sampai anak-anak kehilangan rasa aman di rumah sendiri. Pemerintah daerah harus hadir melalui program edukasi dan sosialisasi perlindungan anak," kata politisi Partai Golkar ini.
Selain itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Tapin juga akan mendorong dewan dan pemerintah daerah memperkuat regulasi serta anggaran untuk perlindungan perempuan dan anak di Tapin.
"Pendampingan dan rehabilitasi psikologis membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Ini bukan hanya tanggung jawab keluarga, tapi juga negara dan masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Bupati HST Samsul Rizal Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV
Kasus kekerasan seksual yang dilakukan orang tua kandung terhadap anak di Tapin menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar.
"Kita harus berani bersuara dan melapor jika melihat tanda-tanda kekerasan di sekitar kita. Melindungi anak berarti melindungi masa depan Tapin," tutup Taufik. (*)
Editor : M. Ramli Arisno