Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Cinta Segitiga Berujung Maut di Banjarmasin, Tersangka Peragakan 30 Adegan Penikaman di Hadapan Kekasih

Maulana Radar Banjarmasin • Senin, 13 Oktober 2025 | 15:37 WIB

PERLAWANAN:Tersangka Yusreza memperagakan adegan penikaman dalam rekonstruksi kasus pembunuhan di halaman Polsek Banjarmasin Barat.
PERLAWANAN:Tersangka Yusreza memperagakan adegan penikaman dalam rekonstruksi kasus pembunuhan di halaman Polsek Banjarmasin Barat.
BANJARMASIN - Kasus cinta segitiga berdarah yang menewaskan Mahmud (28), warga Gang Perjuangan, Banjarmasin Barat, direkonstruksi di halaman Polsek Banjarmasin Barat, Senin (14/10) siang.

Rekonstruksi menghadirkan langsung tersangka Yusreza Praditama (25), warga Jalan Tanjung Berkat Ujung RT 18, yang memperagakan sendiri 30 adegan penikaman terhadap korban. 

Pengamanan ketat diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Puput, kekasih Yusreza atau wanita yang menjadi rebutan dalam cinta segitiga tersebut, juga turut hadir dan memerankan dirinya sendiri. 

Sementara peran korban Mahmud dan beberapa saksi diperankan oleh pekerja dan honorer di Polsek Banjarmasin Barat.

Cekcok berujung maut itu terjadi pada Jumat, 19 September 2025, sekitar pukul 23.30 WITA di Gang Silaturahmi, Jalan Tanjung Berkat, Banjarmasin Barat, di rumah Puput.

Rekonstruksi diawali dengan adegan korban Mahmud sedang berkumpul bersama teman-temannya di Gang Perjuangan. 

Sekitar pukul 22.00 Wita, Mahmud meminta temannya, Rizal, menemaninya ke rumah Puput menggunakan motor. 

Tanpa diketahui Rizal, Mahmud membawa sebilah pisau yang diselipkan di pinggang.

Setibanya di rumah Puput, mereka mengetuk pintu. Namun, yang keluar justru Yusreza, yang saat itu berada di dalam rumah bersama Puput. 

Yusreza keluar membawa sebilah kayu dan meminta Mahmud serta Rizal pergi. Cekcok pun tak terhindarkan.

"Tersangka sempat dipukul korban menggunakan tangan kosong, lalu korban mencabut pisau dari pinggang dan menyerang tersangka," jelas Kanit Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol M. Noor Chaidir melalui Kanit Reskrim mengatakan, Iptu Indra Permadi.

Namun Yusreza berhasil merebut pisau dari tangan korban dan membalas dengan beberapa kali tusukan ke arah bahu dan dada korban. 

Korban sempat dibawa ke RSUD Sultan Suriansyah oleh Rizal, namun nyawanya tak tertolong. "Total ada 30 adegan dalam rekonstruksi. Semuanya memperjelas rangkaian peristiwa hingga korban meninggal dunia," tambah Indra.

Usai kejadian, Yusreza pulang ke rumah dan diantar ke rumah sakit yang sama lantaran mengalami beberapa luka tikam dari serangan korban. 

Mengetahui korban juga ditangani di rumah sakit yang sama, dan posisinya terancam lalu Yusreza bersama Puput meninggalkan rumah sakit dengan menaiki taksi online dan bersembunyi di kawasan Pematang Gambut, Kabupaten Banjar.

Dua hari kemudian, dia menyerahkan diri ke Polsek Banjarmasin Barat diantar oleh ibunya, Siti Bulkis.

"Rekonstruksi digelar di halaman Mapolsek untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jika dilakukan di lokasi kejadian," pungkasnya Indra.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #rekontruksi