KOTABARU- Keterbatasan peralatan pemadam kebakaran darurat memaksa puluhan relawan Badan Pemadam Kebakaran (BPK) dari berbagai unit se Kotabaru menggalang dana guna pembelian alat baru.
Mereka turun ke Jalan Hl Agus Salim, Kotabaru, Kamis (9/10) sore.
Aksi yang dipimpin oleh Ketua BPK Kampung Sasak, Muhammad Nasir yang akrab disapa Odon dan didukung penuh oleh relawan BPK lainnya sebagai wujud solidaritas tinggi.
Kolaborasi ini muncul karena pertolongan BPK sangat dibutuhkan masyarakat dan kondisi alat yang usang membahayakan operasi bersama.
Odon mengungkapkan, seluruh peralatan BPK yang digunakan saat ini merupakan inventaris sejak 2017 dan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.
Menurut Odon, alat yang usang sangat berisiko tinggi, terutama saat beroperasi di titik padat.
Sasaran utama penggalangan dana ini adalah membeli mesin bekas yang sesuai standar SNI dan mengganti selang-selang yang banyak bocor. Mesin yang diincar, kata Odon, harganya mencapai Rp 25 juta.
"Selama ini di lapangan, kami hanya seadanya. Kendala sangat sulit, salah satunya alat mudah rusak. Karena titik air sangat jauh, bukan hanya air bersih yang kami sedot, tapi juga lumpur dan peceren," ungkap Odon.
Ia menambahkan, mobil pemadam mereka banyak mengalami kerusakan (keppos) dan selalu diperbaiki dengan penambahan besi sendiri karena hampir tiap hari digunakan.
Odon menegaskan, dedikasi BPK tidak perlu diragukan. Mereka bergerak hampir tiap hari, pagi, siang, dan malam, dan dalam sebulan bisa bergerak hingga 100 kali untuk berbagai kasus, termasuk kebakaran lahan.
"Ini adalah upaya kami saling menolong, karena alat ini dipakai bersama. Ironisnya, kami tidak pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah sejak tahun 2017," ujarnya.
Mereka berharap adanya bantuan dan uluran tangan, terutama dari Pemerintah.
"Kami takut, saat emergensi di lapangan, alat kami tidak bisa digunakan," ucap Odon.
Salah satu masyarakat yang menyaksikan aksi ini, Nasarudin, menyampaikan apresiasinya.
"Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan relawan ini. Mudahan apa yang dilakukan ini berbuah amal," ujar Nasarudin.
Nasar juga bersaksi, bagaimana relawan pemadam di Kotabaru, khususnya Kampung Sasak, sangat bermanfaat membantu apapun di masyarakat.
“Kalau relawan di Kotabaru jangan diragukan lagi, tinggal menunggu uluran tangan pemerintah aja lagi bagaimana bisa memenuhi kebutuhan relawan ini,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti