Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Santai Ketika Disebut 'Hantu Bebinian', Menikam Gegara Motor Mau Dipinjam Paksa, Motif Penusukan di Banjar Raya Terungkap Lewat Reka Ulang

Maulana Radar Banjarmasin • Rabu, 8 Oktober 2025 | 15:08 WIB
REKONSTRUKSI:Tersangka memperagakan sejumlah adegan kasus penusukan di Banjar Raya di Polsek Banjarmasin Selatan, Selasa (7/10/2025).
REKONSTRUKSI:Tersangka memperagakan sejumlah adegan kasus penusukan di Banjar Raya di Polsek Banjarmasin Selatan, Selasa (7/10/2025).

BANJARMASIN - Peristiwa berdarah yang menewaskan Misran alias Imis (41), warga Jalan Intan, Gang SDN Telaga Biru 8, THR Trisakti Banjarmasin Barat, diperagakan ulang Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Selasa (7/10/2025).

Pelaku, AK, turut dihadirkan memperagakan bagaimana ia menghabisi korban di Gang 4, Jalan PHM Noor, Banjar Raya, Selasa (9/9/2025) malam.

AK terlihat memperagakan 16 adegan. Dalam reka ulang itu, sejumlah orang turut dilibatkan sebagai peran pengganti saksi dan korban.

Sementara peran Imis digantikan oleh seorang pekerja di Polsek Banjarmasin Barat. Adegan bermula saat AK duduk bersama dua temannya.

Tak lama, korban datang dalam kondisi diduga mabuk. Di hadapan pelaku, korban sempat melontarkan kalimat bernada mengejek. "Hantu Bebinian nih," ucapnya saat itu.

Awalnya, pelaku tak menanggapi. Tapi, situasi berubah saat korban memaksa meminjam sepeda motor milik AK.

Pelaku sempat menawarkan diri untuk mengantar, tapi menolak jika motornya dipinjam. Korban tetap memaksa dan langsung naik ke motor pelaku.

Di situlah emosi AK memuncak dan cekcok pun terjadi. Dalam kondisi marah, AK mengeluarkan senjata tajam dari kantong jaketnya, lalu menikam korban. Aksi penusukan tersebut diperagakan pada adegan ke 10.

Korban ditemukan tewas bersimbah darah tak jauh dari lokasi kejadian. Polisi yang menyelidiki kasus ini akhirnya dapat mengamankan AK yang datang menyerahkan diri keesokan harinya setelah sempat bersembunyi satu malam di kawasan Banjarbaru.

Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol M Noor Chaidir menuturkan reka ulang digelar untuk mendalami kronologis lengkap kejadian.

Termasuk memvalidasi keterangan pelaku dan saksi di lapangan. "Pidananya jelas. Ini bagian dari proses pemeriksaan lanjutan, terutama untuk mengetahui secara rinci kronologi malam kejadian," ujarnya, usai kegiatan.

Chaidir menjelaskan, saat kejadian, tersangka AK sedang berada di depan warung bersama dua temannya.

Tiba-tiba, korban datang dan langsung mengejek tersangka dengan ucapan yang membuat pelaku kesal.

"Korban ini datang dalam kondisi diduga mabuk, lalu mengejek pelaku. Setelah itu dia minta pinjam motor, padahal mereka tidak saling kenal. Karena terus memaksa, pelaku takut motornya diambil," jelasnya.

Puncaknya terjadi saat korban nekat naik ke motor milik pelaku. Emosi yang sudah tersulut, akhirnya meledak.

"Pelaku langsung menikam korban. Penusukan terjadi di adegan ke-10 dari total 16 adegan," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, korban saat itu memang diduga kuat berada dalam pengaruh minuman beralkohol. "Itulah yang menyebabkan korban bersikap kasar dan ucapannya memancing emosi," pungkas Kapolsek.

Editor : Fauzan Ridhani
#reka ulang #banjarmasin #polsek banjarmasin barat #rekonstruksi #kasus penusukan