BANJARMASIN - Ternyata tak hanya Puskesmas Sungai Jingah di Jalan Jahri Saleh, Banjarmasin Utara, yang menjadi korban pembobolan maling.
Tiga puskesmas lainnya juga dibobol, diduga pencurinya sama.
Yakni Puskesmas Banjar Indah di Jalan Berlian, Telaga Biru, Banjarmasin Barat. Kemudian Puskesmas Teluk Dalam di Jalan Sutoyo S, Banjarmasin Tengah. Dan Puskesmas Alalak Tengah di Jalan HKSN, Banjarmasin Utara.
Penelusuran Radar Banjarmasin, kasus pertama terjadi di Puskesmas Alalak Tengah pada akhir Agustus 2025. Peristiwa itu terekam CCTV.
"Puskesmas kami dulu yang dibobol, dua pekan kemudian baru Puskesmas Sungai Jingah," ungkap Kepala Tata Usaha Puskesmas Alalak Tengah Ardani, Jumat (2/10).
Kejadian itu baru diketahui pada Senin (1/9), usai libur akhir pekan. "Waktu masuk ke ruang TU, kondisinya sudah berantakan. Meja, tas, dan komputer acak-acakan," ucap Ardani.
Awalnya dua buah laptop dinyatakan hilang. Namun belakangan ditemukan Juliadi (43), petugas jaga siang puskesmas.
"Satu ditemukan di wastafel, satu lagi di pagar samping gedung. Mungkin pelaku gugup atau buru-buru kabur karena hampir ketahuan," jelasnya.
Dugaan sementara, pelaku gagal membawa kabur barang-barang tersebut lantaran panik. "Mungkin ada warga yang melihat, jadi ditinggal begitu saja," imbuh Ardani.
Meski tak ada barang berharga yang hilang, pihak puskesmas tetap melapor ke polisi. Anehnya, tak ditemukan kerusakan berarti.
"Memang satu jendela rusak, teralisnya juga terlepas, tapi menurut penyidik, tidak ada jejak kaki di atap. Jadi masih belum bisa dipastikan pelaku masuk dari mana," terangnya.
Hasil pemeriksaan CCTV, terlihat satu orang membawa dua buah tas laptop.
"Ciri-cirinya pakai jaket hoodie hitam, badannya kurus, dan wajahnya tertutup masker. Karena cahaya ruangan redup, wajahnya tidak begitu jelas," tambahnya.
Tak hanya membongkar ruangan TU, pelaku juga sempat masuk ke ruang kerja bendahara dan kepala puskesmas. Bahkan, pencuri itu sempat menyantap beberapa makanan ringan yang tersisa.
"Cuma camilan saja yang dimakan, di ruang TU milik pegawai," ucap Ardani.
Pihak puskesmas kini memperketat keamanan. Selain memperbaiki jendela dan menambah teralis, mereka juga berencana menambah penjaga malam.
"Sampai sekarang penjagaan hanya pada jam kerja. Nanti kita akan rekrut security khusus malam," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Banjarmasin Indah, Chusna Farida mengungkap puskesmasnya juga disatroni pencuri. Peristiwa itu baru diketahui pada Senin (1/10) pagi.
Dalam rekaman CCTV, tampak seorang pria kurus ber-hoodie hitam. Mirip dengan pelaku yang membobol Puskesmas Alalak Tengah dan Sungai Jingah.
"Di puskemas kami hilang sebuah laptop dan uang Baznas sebesar Rp500 ribu. Pelaku masuk melalui pintu samping dengan cara merusaknya. Sudah kami laporkan ke Polsek Banjarmasin Barat," kata Chusna.
Sedangkan Puskesmas Teluk Dalam dibobol pada Jumat (26/9) malam. Dalam rekaman CCTV, juga tampak maling berjaket tudung hitam.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, dr Tabiun Huda membenarkan bahwa dalam sebulan terakhir ada empat puskesmas yang dibobol maling.
Semuanya telah dilaporkan ke kepolisian. "Semua kita minta inventarisir, apa saja yang hilang dan laporkan ke bidang aset," kata Tabiun.
Semua puskesmas pun diminta menambah petugas keamanan. "Seluruh puskesmas sudah saya arahkan untuk menaruh petugas jaga di malam hari untuk mencegah kebobolan lagi," pungkasnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief