MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menyiapkan langkah besar dalam perang melawan narkoba. Melalui pembentukan tim terpadu, seluruh perangkat daerah, aparat penegak hukum, hingga kecamatan digerakkan untuk memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Penjabat (Pj) Sekda Banjar, H. Ikhwansyah, menegaskan tim terpadu menjadi garda depan pelaksanaan P4GN. Mereka akan bekerja lintas sektor memastikan kebijakan berjalan efektif. “Selain menyiapkan landasan hukum melalui Perda Nomor 12 Tahun 2022 dan Perbup Nomor 27 Tahun 2025, kami juga membentuk tim terpadu sebagai kekuatan utama di lapangan,” ujarnya saat sosialisasi Rencana Aksi Daerah (RAD) dan Perda P4GN di Banjarbaru, Rabu (1/10).
Menurutnya, penanganan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial. “Ancaman narkoba kian kompleks. Karena itu, sinergi semua pihak menjadi kunci utama,” tegas Ikhwansyah.
Kepala Bakesbangpol Banjar, dr Tofik Norman Hidayat, menambahkan tim terpadu akan menjadi motor penggerak implementasi kebijakan P4GN. Terbitnya Perbup 27/2025 sebagai turunan dari Perda 12/2022, disebutnya memastikan langkah pemberantasan lebih terarah. “Kami harap semua SKPD aktif terlibat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemkab Banjar juga tengah mempersiapkan pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banjar. Rencana ini mendapat dukungan positif dari BNN RI usai kunjungan resmi pada 16 Juli lalu.
Kepala Biro Perencanaan BNN, Mardiharto Tjokrowasito, menyebut inisiatif ini mendesak mengingat tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Banjar. Selama ini, rehabilitasi pecandu harus dilakukan di Banjarbaru, bahkan mayoritas pasiennya berasal dari Banjar.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Banjar telah menyiapkan hibah tanah seluas 4.251 meter persegi di Jalan Menteri Empat Martapura, kantor sementara di Jalan Ahmad Yani Km 38, empat unit kendaraan operasional, dana hibah Rp 1,5 miliar, 11 tenaga SDM, dan perlengkapan perkantoran.
“Kami menyambut positif langkah ini. Dukungan penuh Pemda membuktikan keseriusan memperkuat penanganan narkotika yang lebih dekat, responsif, dan menyeluruh,” pungkas Mardiharto.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief