BANJARMASIN — SDN 6 Teluk Tiram di Jalan Bahagia, Banjarmasin Barat, dibobol maling.
Pencuri menyatroni ruang dewan guru, ruang tata usaha (TU), dan kantor kepala sekolah. Uang infak dan sebuah ponsel raib.
Kejadian itu diketahui pada Ahad (21/9) sore saat petugas kebersihan, Aliansyah (55) datang dan menyalakan lampu untuk membersihkan ruangan sekolah. Pencurian diduga terjadi pada siang hari.
"Saat dicek, pintu dalam kondisi terbuka dan gagang pintu rusak. Kami langsung laporkan ke pihak sekolah," ucap ketua komite sekolah, Fahruji Burhan (70).
Barang yang hilang berada di ruang guru. Untungnya, sejumlah peralatan elektronik tetap aman.
"Ada 10 unit laptop, printer, dan perlengkapan lain di ruang TU yang tidak sempat diambil. Uang yang hilang itu uang infak siswa, jumlahnya diperkirakan sekitar Rp 3 juta. Satu handphone milik guru juga ikut hilang," kata Fahruji, Selasa (23/9).
Pelaku diduga masuk lewat bagian belakang sekolah. Dekat tandon air, tampak pagar kawat berduri dalam kondisi terbuka.
Fahruji menduga pelaku berencana kembali jika tidak ketahuan. Andaikan pencurian terjadi pada malam hari, bisa saja lemari tempat penyimpanan laptop dibobolnya.
"Untung saja Pak Aliansyah datang sore itu. Kalau tidak, mungkin malam harinya pelaku kembali. Ini kejadian pertama sejak saya menjadi guru di sini tahun 1987," jelas Fahruji yang kini juga bertugas mengelola perpustakaan sekolah.
Tiga ruangan tersebut mengalami kerusakan, diduga karena dicongkel. Sayangnya, kamera CCTV belum tersedia di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah mengaku ingin menempatkan penjaga malam, namun terkendala anggaran.
"Kami memang punya rencana menempatkan penjaga malam, tapi tidak ada dananya. Bahkan, guru honorer pun sudah ditiadakan karena keterbatasan dana BOS (bantuan operasional sekolah)," ungkap Fahruji
Untuk pemasangan CCTV, menurutnya juga masih terkendala. "Kami pertimbangkan, tapi posisi meteran listrik ada di luar. Kalau dimatikan, CCTV tidak akan berfungsi dan jadi sia-sia," katanya.
Selama ini, penjaga sekolah hanya bertugas membersihkan, menyalakan, dan mematikan lampu.
"Kami hanya bisa menerangi area sekolah sebagai upaya pencegahan. Apalagi, halaman sekolah ini sering menjadi jalan pintas warga. Rumah saya kebetulan berada di samping sekolah, jadi bisa turut mengawasi," tutur Fahruji.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Iptu Indra Permadi tidak merespons saat dikonfirmasi wartawan hingga berita ini diturunkan.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief