RANTAU – Pemerintah Kabupaten Warga bergerak cepat membantu warga terdampak angin puting beliung yang melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan, Sabtu (20/9/2025) sore.
Plt Kepala Dinas Sosial Tapin, Syafrudin mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian tidak lama setelah mendapat laporan.
“Kami menyalurkan makanan siap saji, sembako, beras, terpal, serta selimut untuk kebutuhan darurat warga,” ujarnya.
Syafrudin berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban warga yang rumahnya terdampak.
“Semoga makanan yang diberikan bisa bermanfaat bagi para korban,” tuturnya.
Selain Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin juga ikut menyalurkan bantuan. Plt Kepala BPBD Tapin, Muhammad Nor menyebutkan bantuan yang dibagikan berupa air mineral gelas, beras kemasan 5 kg, mie instan, minyak goreng, sarden, gula, telur ayam, teh celup, terpal ukuran 4x6 meter, susu kaleng, hingga hygiene kit.
Laporan dari Pusdalops-PB BPBD Tapin mencatat sedikitnya 10 kepala keluarga terdampak langsung.
Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta Rupiah.
Di Desa Parigi Kacil Kecamatan Bakarangan, empat rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Rumah milik Jamaludin rusak 50 persen setelah atap bagian depan beterbangan, kerugian ditaksir Rp30 juta.
Sementara Luki Hidayat mengalami kerusakan 20 persen di bagian dapur, kerugian Rp10 juta.
Rumah Sugiannor pun tak luput, 40 persen rusak di bagian depan, kerugian sekitar Rp25 juta.
Sedangkan Muhammad Aseri dan H Sofyan juga harus menanggung kerugian masing-masing Rp20 juta dan Rp10 juta.
Masih di Kecamatan Bakarangan tepatnya di Desa Parigi Simbar.
Kerusakan terparah dialami Iyam, rumah semi permanen miliknya ukuran 5x4 meter rata dengan tanah, kerusakan 100 persen, kerugian ditaksir Rp50 juta.
Kemudian di Desa Serawi, Kecamatan Tapin Tengah
Tak hanya rumah warga, satu sarang burung walet milik Hiriyadi roboh 70 persen.
Dua kendaraan pribadi rusak ringan, satu sepeda listrik rusak berat, dan satu unit mobil Avanza masih tertimbun reruntuhan.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Kemudian di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, di wilayah ini, dua rumah juga terdampak.
Atas nama Muhammad Abduh mengalami kerusakan 20 persen setelah dinding beton dapurnya ambruk, kerugian Rp10 juta.
Sedangkan Mahliadi kehilangan sebagian bangunan samping rumahnya, kerusakan 10 persen dengan kerugian Rp5 juta.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief