RANTAU – Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Tapin. Hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (20/9/2025) sore sekitar pukul 15.30 Wita mengakibatkan puluhan rumah warga di empat desa porak-poranda.
Laporan sementara dari Pusdalops-PB BPBD Tapin mencatat sedikitnya 10 kepala keluarga terdampak langsung.
Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Di Desa Parigi Kacil Kecamatan Bakarangan, empat rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Rumah milik Jamaludin rusak 50 persen setelah atap bagian depan beterbangan, kerugian ditaksir Rp30 juta.
Sementara Luki Hidayat mengalami kerusakan 20 persen di bagian dapur, kerugian Rp10 juta.
Rumah Sugiannor pun tak luput, 40 persen rusak di bagian depan, kerugian sekitar Rp25 juta.
Sedangkan Muhammad Aseri dan H Sofyan juga harus menanggung kerugian masing-masing Rp20 juta dan Rp10 juta.
Masih di Kecamatan Bakarangan tepatnya di Desa Parigi Simbar.
Kerusakan terparah dialami Iyam, rumah semi permanen miliknya ukuran 5x4 meter rata dengan tanah, kerusakan 100 persen.
Kerugian ditaksir Rp50 juta.
Kemudian di Desa Serawi, Kecamatan Tapin Tengah.
Tak hanya rumah warga, satu sarang burung walet milik Hiriyadi roboh 70 persen.
Dua kendaraan pribadi rusak ringan, satu sepeda listrik rusak berat, dan satu unit mobil Avanza masih tertimbun reruntuhan.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp250 juta. Hingga semalam, warga masih bergotong-royong membersihkan material.
Kemudian di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, di wilayah ini, dua rumah juga terdampak.
Atas nama Muhammad Abduh mengalami kerusakan 20 persen setelah dinding beton dapurnya ambruk, kerugian Rp10 juta.
Sedangkan Mahliadi kehilangan sebagian bangunan samping rumahnya, kerusakan 10 persen dengan kerugian Rp5 juta.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor melaporkan, tim TRC bersama Satgas sudah turun ke lokasi melakukan ground check dan pendataan. Koordinasi juga dilakukan dengan dinas terkait untuk penanganan lanjutan.
“Dari informasi masyarakat, curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang menyebabkan atap rumah terangkat,” terangnya, malam.
Editor : Arif Subekti