Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Aksi Iseng Remaja Banjar Berujung Panik, Baut Mur Tersangkut di Jari Kelingking

M Fadlan Zakiri • Jumat, 19 September 2025 | 13:30 WIB

NYANGKUT: Petugas Damkar Banjar berupaya melepas baut mur yang tersangkut di jari remaja di Markas Damkar Banjar, Kamis (18/9) malam.
NYANGKUT: Petugas Damkar Banjar berupaya melepas baut mur yang tersangkut di jari remaja di Markas Damkar Banjar, Kamis (18/9) malam.
MARTAPURA - Aksi iseng seorang remaja berujung kepanikan. Budi Setiawan (16), warga Desa Tanjung Rema, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, terpaksa minta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjar karena baut mur tersangkut di jarinya.

Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarpras DPKP Banjar, M Kasyaf R, menceritakan peristiwa unik ini terjadi Kamis (18/9) malam.

Awalnya, Budi hanya bercanda saat nongkrong di bengkel motor bersama temannya.

Baca Juga: Universitas Borneo Lestari Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan Berbasis Ekonomi di Liang Anggang

"Dia memasukkan baut mur ke jari kelingkingnya. Lama-kelamaan baut tidak bisa dilepas dan mulai menimbulkan sakit," ujar Kasyaf, Jumat (19/9).

Karena panik, Budi bersama temannya mendatangi markas damkar. Petugas langsung sigap melakukan tindakan penyelamatan menggunakan peralatan rescue sederhana berupa tali rafia.

Baut mur yang menyangkut berhasil dilepas hanya dalam lima menit tanpa cedera berarti.

Baca Juga: DPRD Balangan Kritisi Kenaikan Tarif Air Bersih, Minta PTAM Sanggam Tingkatkan Kualitas

"Alhamdulillah, bautnya bisa dilepas dengan mudah," kata Kasyaf.

Kasyaf menjelaskan, tugas damkar tidak hanya memadamkan api. Unit mereka sering membantu warga untuk berbagai keperluan non-kebakaran, mulai evakuasi sarang tawon, hewan liar, kucing tercebur sumur, hingga melepas cincin atau benda keras di jari.

Dia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan tidak sembarangan menjadikan benda logam sebagai mainan.

Baca Juga: Sudah 13 Tahun Menanti, AMAN Kembali Desak DPRD HST Segera Terbitkan Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat

"Kalau sampai tersangkut tentu bisa membahayakan dan merepotkan diri sendiri," pesan Kasyaf.

Insiden serupa kerap terjadi, terutama melibatkan anak-anak dan remaja yang kurang memahami risiko bermain dengan benda-benda keras atau logam. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#aksi iseng berujung kepanikan #evakuasi damkar Banjar #DPKP Banjar menolong #baut mur di jari #jari nyangkut remaja Martapura