Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarpras DPKP Banjar, M Kasyaf R, menceritakan peristiwa unik ini terjadi Kamis (18/9) malam.
Awalnya, Budi hanya bercanda saat nongkrong di bengkel motor bersama temannya.
Baca Juga: Universitas Borneo Lestari Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan Berbasis Ekonomi di Liang Anggang
"Dia memasukkan baut mur ke jari kelingkingnya. Lama-kelamaan baut tidak bisa dilepas dan mulai menimbulkan sakit," ujar Kasyaf, Jumat (19/9).
Karena panik, Budi bersama temannya mendatangi markas damkar. Petugas langsung sigap melakukan tindakan penyelamatan menggunakan peralatan rescue sederhana berupa tali rafia.
Baut mur yang menyangkut berhasil dilepas hanya dalam lima menit tanpa cedera berarti.
Baca Juga: DPRD Balangan Kritisi Kenaikan Tarif Air Bersih, Minta PTAM Sanggam Tingkatkan Kualitas
"Alhamdulillah, bautnya bisa dilepas dengan mudah," kata Kasyaf.
Kasyaf menjelaskan, tugas damkar tidak hanya memadamkan api. Unit mereka sering membantu warga untuk berbagai keperluan non-kebakaran, mulai evakuasi sarang tawon, hewan liar, kucing tercebur sumur, hingga melepas cincin atau benda keras di jari.
Dia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan tidak sembarangan menjadikan benda logam sebagai mainan.
"Kalau sampai tersangkut tentu bisa membahayakan dan merepotkan diri sendiri," pesan Kasyaf.
Insiden serupa kerap terjadi, terutama melibatkan anak-anak dan remaja yang kurang memahami risiko bermain dengan benda-benda keras atau logam. (*)
Editor : M. Ramli Arisno