BANJARMASIN – Rencana mendirikan Sekolah Rakyat di Banjarmasin mendekati kenyataan. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin, Nuryadi memastikan sekolah rintisan itu akan berada di kawasan Jalan Mulawarman, Banjarmasin Tengah.
"Bangunan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) akan kita rehab. Jadi tinggal penyesuaian saja. Kalau pusat meminta kita segera menerima siswa baru, insyaallah bisa kita laksanakan," ucapnya, Kamis (18/9).
Meski begitu, mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin ini menambahkan, permintaan pusat soal tambahan lahan seluas satu hektar tetap menjadi pekerjaan rumah.
Saat ini Dinsos masih membuka komunikasi dengan pemilik lahan di sekitar kawasan tersebut. Dengan harapan masyarakat dapat mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.
"Sudah ada survei lapangan. Ada tanah di bagian belakang, informasinya lebih murah. Cuma untuk NJOP (nilai jual objek pajak) saya belum tahu persis," katanya.
Namun, Nuryadi menekankanpenambahan lahan tersebut bukan lagi kewajiban mutlak. Sebab, bangunan awal sudah tersedia dan siap digunakan. "Artinya, kalau memang ada tambahan lahan itu bagus. Tapi kalau tidak pun, Sekolah Rakyat tetap bisa dijalankan," tegasnya.
Ia menyebut, keberadaan Sekolah Rakyat ini menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat Banjarmasin.
"Kita berupaya, yang penting anak-anak punya wadah menuntut ilmu tanpa harus terbebani soal biaya," pungkas Nuryadi.
Sebelumnya, rencana menghadirkan Sekolah Rakyat bagi masyarakat marjinal mendapat dorongan penuh dari DPRD. Ketua DPRD Banjarmasin, Rikval Fachruri menegaskan keterbatasan lahan tidak boleh menjadi alasan untuk menunda program mulia tersebut.
Menurut politikus Partai Golkar ini, aset milik daerah seperti balai warga, gedung bekas kelurahan, maupun ruang publik bisa difungsikan sementara waktu.
"Jangan tunggu semuanya ideal dulu, semangat gotong royong bisa jadi solusi," ujarnya.
Selain memaksimalkan aset yang ada, DPRD juga mendorong pemko menggandeng sektor swasta dan BUMN lewat program CSR untuk memperkuat sarana pendidikan alternatif. Mereka bisa menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Banjarmasin.
"Kalau ini jadi prioritas eksekutif, kami akan dukung penuh di anggaran dan kebijakan," tegas Rikval.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief