BANJARBARU – Dalam beberapa hari terakhir, antrean pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Banjarbaru membeludak.
Sejak pagi hingga malam, ratusan tenaga honorer yang baru saja dinyatakan lolos sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu memadati loket pelayanan untuk mengurus SKCK, Senin (15/9).
SKCK menjadi salah satu dokumen penting yang wajib disertakan dalam daftar riwayat hidup (DRH), sebelum tenaga honorer resmi diangkat sebagai PPPK.
Salah seorang pemohon, Eko asal Kecamatan Landasan Ulin, rela mengantre sejak pagi. Ia merupakan honorer di Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel sejak 2014.
Setelah satu dekade mengabdi dan sempat gagal seleksi PPPK sebelumnya, kali ini namanya masuk daftar penerimaan paruh waktu. “Alhamdulillah disyukuri saja. Jumat (12/9) lalu saya sudah daftar offline, dan baru bisa ambil hari ini setelah menunggu antrean,” ucapnya.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Banjarbaru, AKP Indra Wahyu Wibowo mengatakan, karena banyaknya pemohon maka mereka tetap membuka pelayanan pada akhir pekan. “Kami melayani setiap hari, termasuk Sabtu dan Minggu. Ini juga menyesuaikan masa pendaftaran berkas dari pemohon PPPK sampai 22 September,” tegasnya.
Hingga pertengahan September, lebih dari 1.000 pemohon tercatat sudah mengurus SKCK. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring target sekitar 3.000 honorer yang lolos PPPK dari lingkup Pemko Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga Pemprov Kalsel. (she/yn/ris)
Server Mabes Polri Sampai Down
Sementara itu, pelayanan SKCK juga dibuka di polsek-polsek wilayah Banjarbaru serta di ruang piket Unit Reskrim Polres Banjarbaru.
Hal ini dilakukan karena ruang SPKT sempat terdampak kebakaran. Meski begitu, Kasat Intelkam Polres Banjarbaru, AKP Indra Wahyu Wibowo menegaskan pelayanan tetap dimaksimalkan.
“Saya tekankan kepada anggota, jangan sampai ada yang tidak terlayani meski dengan keterbatasan fasilitas,” ujarnya.
Selain jalur offline, Polres Banjarbaru juga membuka pendaftaran SKCK secara online. Namun, akses digital kerap terkendala karena server Mabes Polri down akibat tingginya pemohon serentak se-Indonesia.
“Pemohon bisa mencoba di jam-jam lengang, misalnya lewat tengah malam. Beberapa sudah berhasil,” saran AKP Indra.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief