MARTAPURA – Hujan deras kembali memicu bencana di kaki Pegunungan Meratus. Kamis (11/9) malam, tanah longsor melanda Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar. Sedikitnya empat titik longsor menutup jalur utama Desa Angkipih dan Desa Paramasan Bawah, membuat akses warga lumpuh total
Material berupa tanah bercampur lumpur serta batang pohon menimbun badan jalan. Kendaraan tak bisa melintas, aktivitas warga pun terhenti.
Kepala Desa Paramasan Bawah, Suwardi, mengaku langsung melaporkan kondisi ini kepada Bupati Banjar, BPBD, hingga DPRD setempat.
“Akses menuju Dusun Pamatang Lahung benar-benar tertutup. Kami sangat berharap bantuan alat berat segera tiba,” ujarnya, Jumat (12/9) petang.
Meski akses jalan tertutup, Suwardi memastikan tidak ada korban jiwa maupun rumah warga terdampak. “Informasi terakhir, Pemkab sudah mengirimkan alat berat ke lokasi,” tambahnya.
Plt Kepala BPBD Banjar, Yayan Dar yanto menyebut longsor menimbun jalan di Dusun Tarangkin RT 09 Desa Paramasan Bawah, serta beberapa titik di Desa Angkipih RT 04.
“Material longsor cukup tebal, ditambah pohon tumbang yang menghalangi jalan. Kami fokus membuka jalur darurat agar roda dua bisa lewat. Untuk pembersihan total tetap butuh alat berat,” jelasnya.
BPBD mencatat longsor terbagi dalam empat titik dengan dimensi terbesar mencapai 10 × 20 meter. “Kami sudah koordinasi dengan PUPR. Tim bersama alat berat bergerak sejak subuh tadi,” kata Yayan.
Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Rifai, menegaskan Paramasan memang rawan longsor. Selain lereng terjal, berkurangnya tutupan lahan memperbesar risiko. “Ini longsor kedua dalam waktu berdekatan. Panjang longsoran bahkan puluhan meter,” ujarnya.
Sementara itu, BMKG Kalsel melaporkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kabupaten Banjar tiga hari terakhir, rata-rata di atas 70 mm per hari.
Kondisi atmosfer masih labil akibat sirkulasi angin di Laut Jawa dan Selat Makassar yang memicu pertumbuhan awan hujan. Hingga Jumat sore, sebagian jalur sudah bisa dilewati roda dua.
Namun pembersihan penuh diperkirakan butuh waktu lebih lama. BPBD mengingatkan warga untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di lereng rawan longsor.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief