Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kebakaran Hebat di Pekapuran Laut, Warga Panik dan Terpaksa Menyeberang Sungai

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 11 September 2025 | 12:14 WIB
LUDES TERBAKAR: Selamat Aryadi menunjuk lokasi yang diduga menjadi asal mula api. //maulana
LUDES TERBAKAR: Selamat Aryadi menunjuk lokasi yang diduga menjadi asal mula api. //maulana

BANJARMASIN-Musibah kebakaran kembali melanda Kota Banjarmasin. Api menghanguskan kawasan padat penduduk di Jalan Pangeran Antasari, tepatnya di Gang Hikmah dan Gang Buntu, RT 5, Kelurahan Pekapuran Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis (11/9) dini hari.


Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WITA, mengagetkan warga yang tengah terlelap. Api cepat membesar karena bangunan berdempetan, ditambah akses gang yang sempit serta sulitnya pasokan air membuat proses pemadaman terkendala.


Selamat Aryadi (48), salah satu korban, menceritakan bahwa dirinya terbangun setelah anaknya yang berusia 15 tahun melihat kobaran api dari arah rumah tetangga yang hanya berjarak sekitar 10 meter.


"Kebetulan anak saya bangun mau ke kamar mandi. Saat ke dapur, dia melihat api besar dari rumah almarhum Pak Udin yang kini dihuni anaknya. Tak lama kemudian, api langsung membesar," ujar Selamat saat ditemui di lokasi.


Ia segera membangunkan warga lain dan berusaha menyelamatkan dokumen penting serta barang berharga yang bisa dibawa ke ujung gang. Namun usaha itu tak sepenuhnya berhasil.


"Mau lari ke arah Jalan Pangeran Antasari sudah tak bisa. Api sudah mengepung gang. Motor-motor kami kumpulkan di ujung gang, semua warga panik," tambahnya.


Karena situasi makin darurat, Selamat yang juga anggota relawan Balakar Hippindo Ton 4, panik dan akhirnya menggendong anak bungsunya yang berusia 3 tahun untuk menyeberangi Sungai Acan, meskipun sungai tersebut kini buntu dan tak terhubung langsung.


"Tidak sempat pikir panjang, yang penting anak saya selamat. Baju ini masih basah sejak tadi malam karena sempat tercebur," ujarnya.
Di Gang Buntu, terdapat enam rumah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi. Sementara di Gang Hikmah, tiga rumah hangus dilalap api. Tak hanya itu, tiga pintu ruko yang berada persis di depan lokasi juga terdampak, termasuk kantor Bank Syariah Indonesia (BSI), tempat refleksi, dan satu ruko kosong.


"Kebakaran makin membesar setelah menjalar ke rumah kosong dua lantai yang sudah 20 tahun tidak dihuni. Tapi kami merasa aneh jika dikatakan api berasal dari rumah ini, karena listriknya sudah lama diputus. Beberapa warga justru melihat api pertama kali muncul dari rumah di Gang Hikmah," beber Selamat.


Salah satu korban lainnya, Putri Purnama (35), seorang penyanyi dangdut yang tinggal di Gang Buntu, mengaku nyaris menjadi korban jiwa.


"Kalau tidak dibangunkan tetangga, mungkin saya ikut terbakar. Semua barang habis, tidak sempat selamatkan apa-apa," kata Putri dengan mata berkaca-kaca.


Lurah Pekapuran Laut, Doddy Surya Kusuma, yang langsung turun ke lokasi, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan seluruh korban terdampak agar dapat segera mendapat bantuan.


Data ini akan kami serahkan ke Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti. Kami berupaya semaksimal mungkin agar warga terdampak segera mendapat bantuan darurat," ujarnya.


Polisi dari Polsek Banjarmasin Tengah telah memasang garis polisi di lokasi. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Editor : Arif Subekti
#warga #banjarmasin #panik #Kebakaran