Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Korban Penganiayaan di Banjar Raya Meninggal Saat Dievakuasi, Sempat Dibawa ke Dua Rumah Sakit di Banjarmasin

Maulana Radar Banjarmasin • Rabu, 10 September 2025 | 06:42 WIB
KORBAN PENGANIAYAAN:Jasad Imis dipindahkan dari IGD ke kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, untuk proses visum, Selasa (9/9/2025) malam.
KORBAN PENGANIAYAAN:Jasad Imis dipindahkan dari IGD ke kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, untuk proses visum, Selasa (9/9/2025) malam.

BANJARMASIN - Misran alias Imis (41), warga Jalan Intan, Gang SDN Telaga Biru 8, THR Trisakti Banjarmasin Barat, ditemukan terkapar tak berdaya di Gang 4, Jalan PHM Noor, Banjar Raya, Selasa (9/9/2025) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Imis diduga menjadi korban penganiayaan setelah diduga terlibat duel dengan seseorang yang disebut sebagai seteru lamanya.

Menurut informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, korban mengalami luka parah di bagian perut hingga ususnya keluar.

Ia segera dilarikan ke rumah sakit oleh warga dan relawan, namun sempat mengalami kesulitan mendapatkan penanganan medis.

Ayah Imis, Suwarno (61) mengatakan bahwa anaknya pamit keluar rumah sekitar pukul 18.00 Wita dan biasanya nongkrong di sekitar Banjar Raya. 

"Yang kasih kabar temannya, bahwa anak saya berkelahi dengan seseorang, menderita luka dan dilarikan ke rumah sakit. Awalnya saya dapat informasi dibawa ke RS Ulin, lalu ke Bhayangkara. Tapi ternyata balik lagi ke RS Ulin,” ungkap Suwarno.

Suwarno mengaku tidak tahu apa pemicu pertikaian tersebut. Ia hanya berharap pelaku segera ditangkap.

"Semoga saja cepat ditangkap (pelakunya) dan motifnya pun jelas diketahui,” harapnya.

Sementara itu, pihak Polsek Banjarmasin Barat telah melakukan pendataan dan pendampingan proses visum di kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin.

Ironisnya, menurut relawan emergency yang membawa korban, korban sempat ditolak dua rumah sakit karena alasan kamar penuh dan kondisi luka yang parah.

"Petugas IGD RS Ulin menyebutkan kasur penuh, tanpa memeriksa kondisi korban. Kami diarahkan ke rumah sakit lain,” ujar Hery (27), relawan yang ikut mengantar.

Relawan kemudian mengantar korban ke RS Bhayangkara Banjarmasin. 

Namun, setibanya di RS Bhayangkara, mereka justru kembali diminta membawa korban ke RS lain karena kondisinya dinilai sangat parah.

"Bhayangkara, baru sampai lobi ambulans petugas langsung mendekati melihat kondisi luka lalu menyuruh kami kembali ke RS Ulin,"tambah Hendra (45), rekan Hery.

Menurut Hery, saat itu korban masih hidup. Namun karena proses yang memakan waktu, korban akhirnya menghembuskan napas terakhir di RSUD Ulin.

"Kami seperti dipimpong. Padahal korban butuh penanganan cepat. Kami kecewa dengan respons yang diberikan,"pungkasnya.

Hingga kini, kasus kematian Misran masih dalam penyelidikan Polisi.

Terduga pelaku berinisial AK, 27 warga Banjar Raya, belum dibekuk.

Editor : Fauzan Ridhani
#korban penganiayaan #banjarmasin #dievakuasi #Rumah Sakit #relawan