Petugas yang terdiri dari Satpol PP, TNI-Polri menyisir beberapa warung yang selama ini ditengarai melakukan aktivitas di luar ketentuan.
Pantauan Radar Banjarmasin di lapangan, petugas datang ke warung tersebut sekitar pukul 22.00 Wita. Saat tiba di lokasi, warung ternyata tutup serta lampu dipadamkan.
Petugas kemudian menyisir sudut-sudut warung dan mengintip ke dalam. Salah satu petugas melihat ternyata ada penjaga warung yang bersembunyi. Ia mencoba mengelabui petugas.
Beberapa saat kemudian, akhirnya petugas berhasil masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di dalam warung tersebut.
Di dalamnya terdapat tiga perempuan yang bersembunyi. Mereka enggan keluar karena merasa tidak melakukan apa-apa.
Dari ketiga wanita itu, hanya satu orang yang bisa menunjukkan identitas. Dialog antara Satpol PP dan tiga wanita tersebut cukup alot.
Bahkan si penjaga malam berkelakar bahwa ia baru akan berhenti bekerja seperti ini jika sudah menemukan jodoh.
"Amun sudah kawin ampih ae ulun. (Kalau sudah menikah saya berhenti)," katanya.
Setelah terjadi dialog antara petugas dan tiga wanita tersebut, akhirnya pemilik warung keluar dari persembunyiannya.
Pemilik warung berinisial M ini lalu diminta memanggil temannya di warung lain.
Akhirnya semua wanita penjaga warung keluar.
Baca Juga: Ngebut Tabrak Truk Penyapu Jalan, Warga NTT Tewas di Depan Halte Bumi Mas Banjarmasin
Total ada sekitar 9 wanita yang didapat petugas.
Saat ditanya kenapa warung tutup begitu cepat, mereka mengatakan jika ada seseorang mengendarai mobil berwarna putih yang memberitahu bahwa akan ada razia.
"Ia sempat memesan kopi lalu, pergi bahkan belum bayar," jelas M.
Kemudian Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon dan jajarannya masuk ke salah satu warung tersebut untuk mengecek ke dalam.
Petugas menemukan tiga botol miras, kemudian menemukan dua room karaoke lengkap dengan fasilitasnya.
"Ibu bikin room karaoke ada izinnya tidak. Ini peringatan saya terakhir, saya tidak mau tahu ini alat-alat (karaoke) sudah hilang semua. Kalau masih ada saya akan sita," tegasnya.
Kapolres menjelaskan bahwa masyarakat sudah banyak dibuat resah oleh aktivitas di warung tersebut. Selain ada room karaoke para penjaga warung juga kerap berpenampilan tidak sopan.
"Saya tidak melarang untuk berjualan mencari rezeki, tapi kalau sudah ada room karaoke ini berarti sudah mengarah ke lain," jelasnya.
Beruntung para wanita tersebut tidak diangkut petugas. Namun mereka diminta membuat kesepakatan agar tidak melanjutkan kegiatan karaoke dan lainnya yang mengganggu ketertiban.
Editor : M. Ramli Arisno