BATULICIN - Delapan korban kecelakaan helikopter BK117 D3 milik Estindo Air akhirnya ditemukan seluruhnya oleh tim SAR gabungan di kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.
Tujuh jenazah berhasil dibawa keluar dari lokasi pada Kamis (4/9), sedangkan satu korban sebelumnya sudah ditemukan pada Rabu (3/9) sore.
Sejumlah jasad dilaporkan tidak dalam keadaan utuh.
Kondisi lapangan yang berupa perbukitan terjal dan hujan deras menyulitkan proses evakuasi, sehingga pengangkutan jenazah memakan waktu lebih lama.
Seluruh korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalsel di Banjarmasin untuk identifikasi.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim gabungan.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh satgas dan relawan,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat mendoakan korban serta memberi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Andi Rudi menyebut, pemkab akan mendukung penanganan musibah hingga selesai.
Bangkai helikopter BK117 D3 milik Estindo Air ditemukan tim SAR gabungan pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 Wita di kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Posisi bangkai yang terbakar berada sekitar 700 meter dari titik koordinat awal yang sebelumnya diinformasikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Helikopter tersebut lepas landas dari Bandara Kotabaru menuju Bandara Palangka Raya pada Senin pukul 08.46 Wita dan dijadwalkan tiba pukul 10.15 Wita.
Namun, beberapa menit setelah mengudara, helikopter tersebut hilang kontak.
Sejak saat itu, tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter.
Dalam penerbangan itu terdapat delapan orang, yakni Capt Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.
Editor : Arif Subekti