BANJARMASIN – Kisah pilu kakak adik, Muhammad Ridho Setiawan (15) dan Abhizar Raka Fadilah (8) mendapat perhatian banyak pihak.
Sejak kecil keduanya harus hidup dalam kondisi lumpuh layu, diduga akibat gizi buruk. Langkah kaki mereka terhenti di usia belia.
Jangankan untuk bermain bersama teman seusianya, untuk aktivitas sehari-hari saja Ridho dan Abhizar hanya bergantung pada bantuan keluarga.
Mendengar kabar tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyambangi rumah sederhana mereka di Jalan Yos Sudarso, Telaga Biru, Banjarmasin Barat, pada Selasa (2/9).
Orang nomor satu di Kota Seribu Sungai ini mengaku prihatin sekaligus menegaskan komitmen pemko untuk memberikan perhatian penuh.
"Pemerintah kota harus hadir membantu, baik dari segi kesehatan maupun pemenuhan gizi. Anak-anak ini berhak tumbuh sehat seperti yang lain," tegas politikus Partai Gerindra itu.
Kehidupan kedua bersaudara ini memang jauh dari kata cukup. Mereka tinggal bersama kakaknya, sementara sang ibu berada di luar daerah. Ayahnya pun baru saja kembali ke rumah.
Dinas Sosial bersama Dinas Kesehatan langsung ditugaskan memberi pendampingan. Bantuan pengobatan, pemenuhan gizi, hingga dukungan sosial dipastikan akan segera diberikan.
Yamin mengatakan ini menjadi pengingat bahwa persoalan gizi buruk masih menghantui Banjarmasin. "Ini tanggung jawab bersama. Mari kita peduli pada anak-anak yang membutuhkan," tutupnya.
Sementara itu, Kadinkes Banjarmasin, dr Tabiun Huda mengatakan pihaknya menyiapkan langkah medis. Ridho dan Abhizar akan segera mendapat perawatan medis yang lebih intensif.
"Indikasinya lumpuh layu akibat gizi buruk. Sesuai instruksi Wali Kota, keduanya akan ditangani di Rumah Sakit Sultan Suriansyah. Kalau perlu, kita rujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap," kata Tabiun.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief