KANDANGAN – Sampai awal September, luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mencapai 10,8 hektare. Seluruhnya berhasil ditangani jajaran BPBD HSS bersama tim relawan.
Kalak BPBD HSS Kusairi merinci, lahan terbakar itu meliputi 3,7 hektare di Desa Paramaian (Daha Utara), 2,5 hektare di Desa Siang Gantung (Daha Barat), 1,6 hektare di Desa Badaun dan Baru (Daha Barat), 2 hektare di Desa Pakan Dalam (Daha Utara), serta 1 hektare di Desa Samuda (Daha Selatan).
“Lahan yang berhasil kami tangani seluas 10,8 hektare. Ada dugaan api muncul karena dibakar, baik sengaja untuk membuka lahan, maupun tidak sengaja akibat puntung rokok atau obat nyamuk,” jelas Kusairi, Senin (1/9).
Mengantisipasi puncak kemarau, BPBD bersama tim posko desa dan kecamatan rutin patroli setiap hari. Sementara Posko Kabupaten melakukan patroli dua sampai tiga kali seminggu.
Selain patroli, petugas juga gencar sosialisasi kepada pencari ikan agar tidak sembarangan membuang puntung rokok, serta kepada petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Pendekatannya lebih persuasif untuk meminimalisir Karhutla,” tuturnya.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief