BANJARMASIN – Sempat dikhawatirkan ricuh seperti di Jakarta dan daerah lain.
Namun, demonstrasi di Kalsel yang dilaksanakan di DPRD Kalsel pada Senin (1/9/2025) siang, berjalan santun.
Bahkan, selawat menggema di kerumunan seribuan massa yang hadir.
Koar-koar pendemo hanya nyaring ketika belum adanya perwakilan DPRD Kalsel yang menemui pengunjuk rasa.
Perwakilan DPRD Kalsel itu tak lain adalah Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.
Politisi Partai Golkar itu sempat diteriaki agar segera keluar menemui massa.
Mereka memberi batas waktu hanya 30 menit untuk keluar.
Begitu Supian HK muncul, suasana yang sempat panas, berubah dingin.
Terlebih, ia menegaskan mendukung tuntutan dan aspirasi yang diserukan para demonstran.
Supian HK juga memastikan akan membawa perwakilan dari massa aksi ikut ke Jakarta menyampaikan hasil tuntutan ke DPR RI.
“Apabila kami tidak melaksanakannya, maka saya sebagai Ketua DPRD Kalsel siap mundur dari jabatan,” janjinya yang langsung disambut tepuk tangan massa.
Untuk diketahui, tuntutan pengunjuk rasa yang menamakan Aliansi Rakyat Kalsel Melawan itu meliputi Reformasi DPR, Efisiensi Gaji dan Tunjangan DPR disesuaikan dengan kondisi fiskal negara, serta melakukan transparansi penggunaan dana.
Tuntutan lain, Reformasi Polri, Revisi UU Polri, dan mengecam segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat, serta mendesak pengusutan tuntas dan tanggung jawab penuh oleh instansi terkait atas kasus meninggalnya Affan Kuriawan.
Mereka juga mendesak Pengesahan RUU Perampasan Aset dan Perlindungan Masyarakat Adat.
Selain itu, massa juga menuntut peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, baik guru maupun dosen, dengan memberikan prioritas kepada guru honorer melalui pemberian gaji yang layak.
Di isu lokal, massa juga menuntut penolakan Taman Nasional Meratus, monopoli batu bara dan konflik agraria sawit.
“Kami akan kawal janji dari Ketua DPRD Kalsel tadi. Jika tak direalisasikan, kami akan datang lagi,” janji Koordinator Aksi, Rizki Nugroho.
Sekitar tiga jam menyampaikan aspirasi, massa meninggalkan Gedung DPRD Kalsel dengan damai sekitar pukul 14.50 Wita.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief