Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Anak Temukan Ayah Meninggal Dalam Rumah, Berniat Menjenguk dan Bawakan Pisang

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:07 WIB
JENAZAH: Ahmad Rifani Hamsi (69) dibawa ke Masjid Al-Jihad Banjarmasin untuk dimandikan dan disalatkan.
JENAZAH: Ahmad Rifani Hamsi (69) dibawa ke Masjid Al-Jihad Banjarmasin untuk dimandikan dan disalatkan.

BANJARMASIN - Ahmad Rifani Hamsi, 69 tahun, ditemukan tidak bernyawa di rumahnya di Kompleks Gardu Mekar Indah, Jalan Rahayu, Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, pada Rabu (20/8) pagi.

Yang pertama kali menemukan tubuh Hamsi adalah putranya sendiri, Aulia (35) yang tinggal di Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan.

Aulia pengin menjenguk ayahnya dengan membawa buah pisang. Di depan rumah, ia beberapa kali menyampaikan salam dan memanggil ayahnya, namun tidak ada sahutan.

Tak direspons, ia masuk ke dalam. Membuka pintu kamar tidur dan mendapati ayahnya tergeletak di lantai di depan kasur.

"Anak korban mengecek dan ternyata sudah tidak bernyawa," ungkap Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim Iptu Hendra Agustian Ginting.

Setelah tim Inafis Satreskrim Polresta Banjarmasin tiba di lokasi, keluarga memilih untuk tidak mengevakuasi almarhum ke rumah sakit.

"Anak dan keluarga besar menolak untuk dibawa ke kamar mayat untuk proses visum," terang Ginting.

"Mereka mengikhlaskan karena meyakini korban meninggal akibat sakit. Korban memiliki riwayat asma dan pascaoperasi jantung," terangnya.

Tubuh Hamsi segera dibawa ke Masjid Al Jihad di Jalan Cempaka untuk dimandikan, disalatkan, dan segera dimakamkan.

Penolakan pemeriksaan itu disaksikan keluarga, ketua rukun tetangga (RT) setempat, dan relawan emergency. "Penolakan juga disaksikan pihak Kelurahan Sungai Lulut," tegasnya.

Ditambahkan Ginting, berdasarkan keterangan saksi berinisial HL (69), Ahmad Rifani Hamsi tidak terlihat keluar rumah sejak Senin (18/8).

"Dan, Jumat (15/8) terakhir kali telponan sama anak. Saat olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," pungkas Ginting.

Editor: Syarafudin

Editor : Arief
#banjarmasin #meninggal