Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Viral! Warga Barabai Mengaku Habib di Kutai Kartanegara, Berujung Laporan Polisi dan Permintaan Maaf

Jamaludin • Rabu, 20 Agustus 2025 | 11:22 WIB

HABIB PALSU: Sosok Ibrahim Anwar (tengah) yang mengaku menjadi habib palsu.
HABIB PALSU: Sosok Ibrahim Anwar (tengah) yang mengaku menjadi habib palsu.
BARABAI– Seorang pria asal Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, bernama Ibrahim Anwar menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, ia mengaku sebagai Habib di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Aksinya menuai reaksi keras dari warga dan para habaib, lantaran dianggap meresahkan serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Beberapa pihak pun melaporkan perbuatannya ke kepolisian.

Menindaklanjuti laporan itu, aparat kepolisian kemudian melakukan klarifikasi terhadap Ibrahim. 

Ia akhirnya mengakui kesalahannya dan membuat surat pernyataan resmi bermaterai tanda tangan pribadi, yang berisi permintaan maaf.

Dalam surat yang ditulis tangan, Ibrahim menyatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah kesalahan dan telah merugikan banyak orang. 

Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, serta siap dituntut apabila melanggar kembali.

“Saya mengakui kesalahan saya. Saya memakai nama atau gelar Habib Muhannad Bahasyim, dan sebenarnya saya bukan keturunan Habib. Dengan ini saya berjanji mulai hari ini tidak lagi mengaku sebagai Habib,” tulis Ibrahim dalam surat tersebut.

Surat itu juga disertai dengan identitas berupa KTP atas nama H. Ibrahim Anwar, warga Barabai, HST, Kalsel, sebagai bukti keaslian pernyataan.

Dalam video tersebut, Ketua DPC Rabithah Alawiyah Kabupaten Kutai Kartanegara, Lutfi Bin Agil bin Yahya, meminta kepada masyarakat agar tidak percaya terhadap kedua orang tersebut. Sebab beberapa warga Tenggarong telah menjadi korban. 

Kasus ini juga menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membawa identitas atau gelar yang memiliki nilai religius serta sosial.

Sementara itu, warganet ramai mengomentari kasus ini, sebagian besar mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran identitas dan tidak sembarangan menggunakan gelar yang bukan haknya.

Terpisah Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Iptu M Husaini, saat dikonfirmasi mengatakan tidak mengenali sosok tersebut.

"Kalau dilihat dari KTP lahirnya di Padang. Memang alamatnya di Barabai. Namaun saat ini situasi di HST masih kondusif," ujarnya, Rabu (20/8/2025).

Editor : Sutrisno
#kutai #HST #habib palsu