BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau.
Fokus pengawasan diarahkan ke lima kecamatan dengan tingkat kerawanan tinggi.
Lima wilayah tersebut adalah Kecamatan Batulicin, Kusan Tengah, Kusan Hilir, Teluk Kepayang, dan Mantewe.
BPBD Tanah Bumbu menyebut kawasan ini membutuhkan patroli lebih intensif dan upaya pencegahan dini.
“Pencegahan harus menjadi prioritas. Ini termasuk pemetaan wilayah rawan dan edukasi kepada masyarakat,” kata Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra, M. Putu Wisnu Wardhana, Kamis (7/8/2025).
Dari sisi cuaca, prakiraan BMKG menyebut kondisi cerah berawan akan mendominasi Tanah Bumbu dalam sepekan ke depan, dengan suhu udara antara 22–33°C dan kelembapan 55–96 persen.
Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2025.
Rino Suryo Ramadhan dari Stasiun Meteorologi Kelas III Gusti Syamsir Alam Kotabaru memaparkan bahwa sebagian wilayah Tanah Bumbu masuk dalam zona mudah terbakar pada 7–8 Agustus, aman pada 9–10 Agustus, dan kembali agak mudah terbakar pada 11–13 Agustus.
BPBD menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi, termasuk TNI-Polri, dalam memperkuat pengawasan lapangan serta penanganan jika terjadi kebakaran.
“Tanpa sinergi, pengendalian akan sulit. Kita harus siaga sebelum api muncul,” ujar Christina Dewi Utari, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanah Bumbu.
Editor : Arif Subekti