Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

326 Pengendara di Balangan Ditilang, Paling Banyak karena Tidak Memakai Helm

M Dirga • Senin, 4 Agustus 2025 | 12:06 WIB

 

Petugas Satlantas Polres Balangan melakukan pemeriksaan kendaraan dalam Operasi Patuh Intan 2025 beberapa waktu lalu.
Petugas Satlantas Polres Balangan melakukan pemeriksaan kendaraan dalam Operasi Patuh Intan 2025 beberapa waktu lalu.

PARINGIN - Satuan Lalu Lintas Polres Balangan menindak ratusan pelanggaran selama Operasi Patuh Intan.

Total 437 pelanggaran ditemukan dalam operasi yang digelar selama dua pekan di bulan Juli 2025 kemarin.

Dari jumlah tersebut, 326 pelanggar dikenai sanksi tilang, sementara 111 lainnya diberikan teguran. Pelanggaran didominasi pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar.

"Jumlah pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan helm, yakni sebanyak 190 perkara. Ini menunjukkan rendahnya kesadaran pengendara terhadap keselamatan diri," ungkap Kasat Lantas Polres Balangan, Iptu Didik Kusmini, Minggu (3/8).

Selain helm, Satlantas juga mencatat sejumlah pelanggaran lainnya. Di antaranya melawan arus sebanyak 11 kasus, menggunakan ponsel saat berkendara sebanyak 5 kasus, serta pengendara di bawah umur sebanyak 22 kasus.

Pelanggaran lain yang kerap ditemui adalah berboncengan lebih dari satu orang sebanyak 25 kasus, tidak menggunakan sabuk pengaman 45 kasus, serta pelanggaran lain-lain sebanyak 139 perkara.

Dalam operasi tersebut, petugas juga menyita berbagai barang bukti. Di antaranya 111 unit sepeda motor, 58 lembar SIM C, 23 SIM A, 10 SIM BI, satu SIM BI Umum, tiga SIM BII Umum, serta 120 lembar STNK.

Kasi Humas Polres Balangan, Iptu Eko Budi Mulyono menegaskan bahwa penindakan dilakukan untuk meningkatkan disiplin dan menurunkan angka kecelakaan di jalan raya.

"Operasi ini bukan semata-mata untuk menindak, tapi sebagai upaya edukatif agar masyarakat lebih sadar tertib berlalu lintas. Kita ingin menumbuhkan budaya keselamatan sebagai kebutuhan," tegasnya.

Menurutnya, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas akan tetap dilakukan meski operasi telah berakhir. Fokus utama ke depan adalah pembinaan terhadap pengendara pelajar dan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Maka kami juga akan intensifkan edukasi, terutama kepada generasi muda," tandas Eko.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#helm #Tilang #Balangan #operasi patuh #satlantas