Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemadaman Karhutla di Kabupaten Banjar Banyak Kendala, Minim Air dan Penerangan

Salahudin Radar Banjarmasin • Senin, 28 Juli 2025 | 10:40 WIB
Petugas gabungan dari TRC BPBD Banjar dan relawan RAPI berjibaku memadamkan api karhutla di Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Jumat (25/7) malam.
Petugas gabungan dari TRC BPBD Banjar dan relawan RAPI berjibaku memadamkan api karhutla di Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Jumat (25/7) malam.

MARTAPURA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai muncul di wilayah Kabupaten Banjar. Contohnya, api yang melahap vegetasi semak belukar dan pepohonan kecil seluas sekitar satu hektare dilaporkan terjadi pada Jumat (25/7) sore.

Kendati kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 16.30 Wita, pemadaman secara intensif baru bisa dilakukan malam harinya, dari pukul 21.05 hingga 22.05 Wita.

Tantangan terbesar datang dari minimnya sumber air dan penerangan di lokasi kejadian. “Petugas bekerja dalam kondisi serba terbatas. Tidak ada akses air terdekat, ditambah lagi pencahayaan minim karena lokasi jauh dari permukiman,” ungkap Plt Kalak BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, saat dikonfirmasi Minggu (27/7) siang.

Ia memimpin langsung proses pemadaman bersama Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Banjar Muhammad Arifin. Mereka dibantu relawan dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang turut berjibaku di lokasi. Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II diterjunkan lengkap dengan peralatan seperti satu unit mobil pikap komando, truk tangki, dua roll selang, serta perlengkapan pendukung lainnya. “Terima kasih untuk seluruh anggota TRC dan relawan yang tetap solid meski dalam kondisi sulit. Ini bukti sinergi yang luar biasa,” puji Yayan.

Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya berkat kerja cepat, sigap, dan terkoordinasi para petugas. Namun, Yayan tetap mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, apalagi saat musim kemarau. “Sekecil apapun api bisa menjalar jadi kebakaran besar. Kami mohon kesadaran semua pihak,” tegasnya.

Titik Api Terdeteksi di Enam Kecamatan

Titik api juga bermunculan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD HSS, Kusairi membeberkan data dari Manggala Agni bahwa sudah ada terdeteksi titik api di beberapa kecamatan. “Dari laporan ada terdeteksi titik api di Kecamatan Daha Utara, Selatan, Barat, Kalumpang, Kandangan dan Sungai Raya,” ujarnya, Minggu (27/7).

Titik api ini masih skala kecil. Namun, lokasinya tidak bisa dijangkau melalui akses darat. “Titik api yang muncul indikasinya diduga sengaja membakar,” tuturnya.

BPPD Kabupaten HSS sudah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana Karhutla yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup) HSS Suriani. Rakor menekankan wilayah rawan diminta mengaktifkan Posko Karhutla tingkat kecamatan. “Seperti di Kecamatan Daha, Kalumpang, Kandangan diminta segera mengaktifkan Posko Karhutla,” sebutnya.

Mencegah karhutla, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan rutin melakukan patroli dalam sepekan minimal satu sampai dua kali. Patroli sementara dilakukan di area yang mudah dijangkau atau dekat dengan jalan. Jika menemukan karhutla, tim langsung melakukan pemadaman.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Hutan #karhutla #Banjar #Kebakaran