KOTABARU - Nasib malang menimpa Tajudin (45) nelayan dari
Desa Teluk Sungai Pulau Sembilan.
Sampai saat ini, belum ditemukan.
Ia dicari di perairan Laut Matasiri Pulau Sembilan sejak dua hari lalu (23/7/2025).
Pencarian terus dilakukan, baik dari nelayan, pemerintah desa, dan dibantu Polsek Pulau Sembilan.
Dari informasi yang diterima Radar Banjarmasin, nelayan ini tinggal sebatang kara di Desa Teluk Sungai.
Tajudin sudah pisah dengan istrinya.
Bahkan, keluarganya pun juga tidak ada di Pulau Sembilan, tapi di Pusat Kota Kotabaru.
Terkadang, Tajudin juga banyak menghabiskan hidup di Kapal Balapan miliknya. Tidur makan di sana.
Warga melihat terakhir, Tajudin melaut sendirian menggunakan Kapal Balapannya untuk memancing pada Senin (21/7/2025) pagi.
Kapolsek Pulau Sembilan, Ipda Teguh membenarkan masih dilakukan pencarian hingga Jumat (25/7/2025) siang.
Namun, ia mengakui kendala keterbatasan personel di lapangan.
Jadi, pencarian lebih didominasi oleh nelayan.
Teguh menyebut sekarang berada di musim tenggara dan timur.
Ombaknya besar.
Selain itu, kecilnya kapal juga jadi kendala.
Tidak bisa sampai menyisir ke laut lepas.
“Ini masih jadi kendala. Tapi, dari pemerintah desa dan kecamatan sudah berkoordinasi dengan BPBD maupun Basarnas agar segera datang memberikan bantuan,” ungkapnya.
Teguh ingat kejadian seperti ini dulu juga pernah terjadi.
Ditemukan malah di perairan Kintap, Kabupaten Tanah Laut.
“Makanya petugas di lapangan, selain melakukan di wilayah sekitar, juga menyisir ke Pagatan Tanah Bumbu dan Kintap,” ungkapnya.
Kapolsek menyebut hingga saat ini, yang ditemukan hanya atap kapal dan perlengkapan panel surya saja.
Sedangkan untuk bodi kapal dan nelayannya belum.
“Kalau kerugian kita belum bisa memastikan berapa. Yang pasti harga kapalnya saja kurang lebih sudah Rp9 jutaan, ditambah lagi mesin dompingnya apakah satu atau dua yang digunakan dan peralatan lainnya. Jadi bisa saja sekitar Rp18 juta sampai Rp20 jutaan lebih,” tutupnya.
Editor : Eddy Hardiyanto